Home > METRO BERITA > Hari Terakhir di Tanjung Emas, Dewaruci Curi Perhatian Ratusan Anak Sekolah

Hari Terakhir di Tanjung Emas, Dewaruci Curi Perhatian Ratusan Anak Sekolah

METROSEMARANG.COM – Memasuki hari terakhir bersandar di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, KRI Dewaruci rupa-rupanya terus mencuri perhatian masyarakat setempat. Kali ini, kapal penjelajah benua itu dikunjungi ratusan bahkan ribuan pelajar sekolah dari penjuru Kota Semarang.

Anak-anak TK ini tak mau melewatkan kesempatan menyaksikan dari dekat KRI Dewaruci di Pelabuhan Tanjung Emas, Selasa (4/10). Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto
Anak-anak TK ini tak mau melewatkan kesempatan menyaksikan dari dekat KRI Dewaruci di Pelabuhan Tanjung Emas, Selasa (4/10). Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto

“Saya suka banget lihat kemudi kapalnya karena bentuknya unik,” kata Almira siswi Kelas I SMAN 1 Semarang kepada metrosemarang.com, Selasa (4/10).

Tak hanya itu saja, katanya. Ia pun takjub dengan kemegahan Dewaruci yang bersandar di dermaga Tanjung Emas. Menurutnya, ornamen Dewaruci yang terbuat dari kayu seperti kapal yang anggun dan jauh berbeda dengan kapal modern yang ada selama ini.

“Nuansa kapalnya memang berbeda dibanding lainnya. Apalagi dalamnya juga unik,” aku dara cantik ini yang datang bersama teman-temannya.

Lain Almira lain pula Dimas Yandika. Bocah SD tersebut justru menyukai penampilan para taruna angkatan laut yang disebutnya tampak gagah dengan balutan seragam dinas cokelat muda.

“Kelihatan gagah diatas Kapal Dewaruci,” kata bocah 9 tahun itu.

Ia hari ini tak mau melewatkan kunjungan ke Kapal Dewaruci bersama guru dan teman-temannya dari SD Negeri Mijen. Selain mendapat kesempatan jalan-jalan di pelabuhan, ia jadi memahami bagaimana cara mengoperasikan kapal penjelajah samudera macam Dewaruci.

“Setahu saya kan kapal ini sangat terkenal dimana-mana,” terangnya.

Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto
Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto

Sersan Mayor 1 Taruna TNI AL Bymart Wiseso Wiharjono mengaku terkejut dengan antusiasme pelajar Semarang mengunjungi KRI Dewaruci. “Dibandingkan Balikpapan yang kebanyakan masyarakat umum, di Semarang ternyata banyak datang dari pelajar sekolah. Dan ini jumlahnya terbanyak,” cetusnya.

Di usianya mencapai puluhan tahun, Dewaruci memang memikat hati rakyat Indonesia. Ia makin tua makin menjadi. Buktinya, banyak pelajar yang berselfie di dekat layar kapal yang menjuntai kebawah.

Sersan Wiseso menyebut bahwa ada empat tiang layar yang memukau pada Dewaruci. Pada tiang kecil dimoncong buritan kapal dikenal dengan nama Cocor. Kemudian dibelakangnya terdapat tiang Bima, belakangnya lagi ada tiang Arjuna setinggi 35 meter dan tiang Yudhistira pada bagian paling akhir.

“Kita tiap kali sandar selalu melakukan parade rool dan itulah daya likat utama Dewaruci. Tiap perjalanan, Dewaruci membawa 125 awak termasuk para taruna dan prajurit TNI AL,” ujarnya.

Penampilan spesial lainnya, kata Waseso ada pada handle kemudi kapal yang punya ornamen ukiran sangat tradisional. “Sangat berbeda ketika kita mengemudikan Dewaruci di lautan lepas. Jika biasanya dibantu alat modern, namun Dewaruci ini pakai manual. Kita benar-benar jadi pelaut Nusantara,” sambungnya.

Tiap hari Dewaruci disandarkan di Tanjung Perak Surabaya. Ia jadi kapal VVIP bagi pejabat TNI AL bila ada pertemuan resmi.

Pada perhelatan Asean Cadet Sail 2016, ia punya kesempatan ikut penjelajahan Dewaruci sejak awal September lalu. Acara tersebut untuk memperkenalkan kedigdayaan Dewaruci dengan melakukan tur keliling Nusantara dengan rute Surabaya, Mataram NTB, Bali, Makassar, Balikpapan, Semarang dan balik lagi Surabaya. “Di Semarang dari 9 September dan berakhir Rabu (5/10) besok,” ujarnya.

“Asean Cadet Sail juga dimanfaatkan untuk mempromosikan kapal ini kepada pelajar di pesisir pantai Indonesia sekaligus menampilkan ragam kesenian daerah. Biar mereka paham betapa besarnya potensi maritim kita,” katanya. (far)