Home > METRO BERITA > Haris Minta Kemenlu Bebaskan Alumni SMA Semesta yang Ditahan di Turki

Haris Minta Kemenlu Bebaskan Alumni SMA Semesta yang Ditahan di Turki

METROSEMARANG.COM – Handita Lintang, seorang alumni SMA Semesta Bilingual School Semarang, kini ditahan oleh pemerintah Turki karena diduga mendukung kudeta yang sempat dilancarkan oleh organisasi radikal pimpinan Fettulah Gulen belum lama ini.

Muh Haris Foto: metrosemarang.com/ilyas aditya
Muh Haris
Foto: metrosemarang.com/ilyas aditya

Kepala Sekolah SMA Semesta Bilingual School Semarang, Mohammad Haris mengatakan, Handita merupakan mahasiswi yang kini masih menempuh pendidikan Biologi di salah satu universitas kesohor di dekat Ankara, Ibukota Turki.

“Handita Lintang merupakan perempuan yang jadi alumni Semesta tahun ajaran 2013 dan sekarang sedang berkuliah di Turki,” ungkap Haris, Minggu (7/8) pagi.

Menurutnya, Handita kini masih ditahan di kantor polisi sembari menunggu proses penyelidikan yang dilakukan aparat penegak hukum tuntas. Penangkapan Handita sendiri terjadi jauh sebelum Gulen mengkudeta pemerintahan Recep Erdogan.

“Dari data yang saya dapatkan, dia satu-satunya mahasiswa Indonesia yang ditahan karena dianggap mendukung kudeta. Namun, penahanannya dilakukan sebelum kudeta meletus,” kata Haris.

Kini, ia mengaku tengah melobi Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) untuk membebaskan Handita. Hal ini dilakukan agar permasalahan yang dihadapi mahasiswi asal Wonosobo itu segera selesai dan tidak berlarut-larut.

Ditanya soal keterlibatan alumninya dalam gerakan kudeta Gulen, ia mengaku kurang tahu secara pasti. Sebab, setahunya pasca lulus SMA, Handita lebih intens menimba ilmu di Turki.

“Makanya, kita dalam proses membebaskannya dari segala tuduhan,” akunya.

Ia sejauh ini mengimbau kepada keluarga Handita di Wonosobo agar tetap tenang sambil memantau update negosiasi yang sedang dilakukan perwakilan Kedubes Indonesia dan otoritas keamanan Turki.

“Sebaiknya tetap tenang, jangan panik karena kita akan pro aktif ngasih kabar buat anak mereka yang ditahan di sana,” ujarnya. (far)