Home > METRO BERITA > Hasil Investigasi Tidak Ada Tawuran SD Pekunden dan Al Khotimah

Hasil Investigasi Tidak Ada Tawuran SD Pekunden dan Al Khotimah

METROSEMARANG.COM – Proses investigasi kepolisian terhadap kasus dugaan tawuran anak-anak Sekolah Dasar (SD) Pekunden dan Al Khotimah yang sempat menghebohkan dunia pendidikan Kota Semarang telah memperoleh hasil. Dipastikan dugaan tawuran tersebut tidak terbukti.

Wakil Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu bersama kepolisian dan TNI saat berkunjung ke SD Al Khotimah yang siswanya terlibat keributan dengan siswa SD Pekunden, Jumat (25/11). Foto: metrosemarang.com/masrukhin abduh
Wakil Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu bersama kepolisian dan TNI saat berkunjung ke SD Al Khotimah yang siswanya terlibat keributan dengan siswa SD Pekunden, Jumat (25/11). Foto: metrosemarang.com/masrukhin abduh 

Hal itu disampaikan Wakil Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu, ketika konferensi pers terkait hasil investigasi kasus dugaan tawuran siswa SD di ruang kerjanya di balai kota, Jumat (2/12) siang.

Setelah dinyatakan tidak terbukti, dijelaskan maka pembinaan para siswa saat ini kembali diserahkan kepada sekolah masing-masing.

”Dari proses invenstigasi yang dilakukan pihak Polrestabes Semarang, melalui beberapa CCTV di sekitar lokasi kejadian yakni di Jalan Pandanaran menunjukan tidak terlihat bukti-bukti yang mengarah pada aksi dugaan tawuran,” jelasnya.

Dari pantauan CCTV yang dilakukan pihak kepolisian, senjata tajam parang yang ditemukan di Taman Pandanaran juga bukan milik siswa. Tapi informasinya milik anak lain yang berambut dicat warna pirang yang disinyalir anak jalanan.

”Oleh karena itu, pihak kepolisian memastikan tidak ada upaya bentrok fisik atau tawuran yang melibatkan anak-anak,” kata wakil wali kota yang akrab disapa Ita, didampingi Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang Bunyamin.

Terkait keberadaan para siswa di Taman Pandanaran sendiri, dikatakan hanya untuk bermain. Tapi langsung berlarian melihat ada temannya yang ditangkap satpam kantor sekitar taman yang mengira akan ada tawuran antar siswa tersebut.

Sementara itu Bunyamin menuturkan, upaya mencegah tawuran tetap akan dilakukan pihaknya dengan melibatkan baik sekolah, orang tua siswa, kepolisian dan psikolog.

”Kami akan menerjunkan psikolog karena di tingkat SD di seluruh Kota Semarang saat ini belum memiliki guru khusus yang memberikan pembinaan atau guru Bimbingan Konseling,” katanya. (duh)

Tinggalkan Balasan