Home > METRO BERITA > Hati-hati, 70 Persen Pohon di Semarang Rawan Tumbang

Hati-hati, 70 Persen Pohon di Semarang Rawan Tumbang

METROSEMARANG.COM – Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Semarang menyebutkan ada sekitar 70 persen pohon peneduh harus segera diremajakan. Hal itu dikarenakan hampir sebagian besar pohon peneduh berjenis Angsana telah melampaui batas usia sehat.

Pohon tumbang di Jalan Dr Sutomo yang menimpa pemotor, Senin (10/10). Foto: metrosemarang.com/ade lukmono
Pohon tumbang di Jalan Dr Sutomo yang menimpa pemotor, Senin (10/10). Foto: metrosemarang.com/ade lukmono

Kepala Bidang Pertamanan DKP Kota Semarang Budi Prakosa mengatakan karakteristik pohon angsana yang tekstur dahannya getas sehingga mudah patah. “Kondisi ini dipengaruhi juga oleh media tumbuhnya yang juga kurang ‘compatible’, lahan yang sempit, kurang subur, dan penanaman bibit dari hasil stek yang akarnya menjadi kurang kuat,” paparnya, Kamis (13/10).

Penanaman pohon Angsana yang ada di Kota Semarang dimulai pada 1980-an yang awalnya hanya bersifat sementara, tetapi justru terus dipertahankan karena memang lebih cepat berkembang.

Ke depannya, pemilihan jenis pohon akan lebih dikaji secara cermat dengan menghindari jenis pohon Angsana. Ada beberapa alternatif jenis pohon lain yang bisa dipilih untuk penghijauan, seperti pohon tabebuya, spathodea, pule, atau bisa juga pohon trembesi, mahoni, atau asam.

Budi mengatakan sebenarnya DKP Kota Semarang secara bertahap telah melakukan peremajaan pohon-pohon peneduh jalan, terutama jenis Angsana saat ada proyek pelebaran atau peningkatan kualitas jalan, seperti yang dilakukan di Jalan Thamrin. (ade)