Home > METRO BERITA > Hendi Berang, Replika Kapal Cheng Ho Belum Dibongkar

Hendi Berang, Replika Kapal Cheng Ho Belum Dibongkar

image
Hendrar Prihadi. Foto Metro/MS-08

SEMARANG – Pemkot Semarang mengingatkan tenggat waktu pembongkaran replika Kapal Cheng  Ho kepada pengelola, yaitu akhir Agustus. Jika tidak diindahkan pemkot telah menyiapkan anggaran Rp 150 juta untuk pembongkaran paksa.

Walikota Semarang Hendrar Prihadi mengatakan, Yayasan Tay Kak Sie selaku pengelola replika Kapal Cheng Ho, sebelumnya telah menjanjikan bersedia membongkar sebelum akhir Agustus 2014. Pemkot pun memberikan lesempatan, karena alasannya menunggu kegiatan keagamaan pada akhir Juli lalu.

‘’Deadline-nya kan akhir Agustus. Mereka (yayasan) kan menjanjikan
sebelum akhir Agustus 2014 untuk membongkar replika kapal Cheng Ho. Ya, kami kasih kesempatan,’’ katanya, Rabu (13/8/2014).

Replika Cheng Ho bagaimana pun harus dibongkar karena menutupi 2/3 penampang basah Kali Semarang. Sehingga aliran airnya menjadi
terganggu. Apalagi akan dilakukan normalisasi Kali Semarang oleh
pemkot sebagai bagian sistem penanganan rob dan banjir di kawasan
sekitarnya.

Menurut Hendi, sapaan akrab walikota, pihaknya akan menunggu Yayasan Tay Kak Sie untuk membongkar sesuai tenggat waktu yang ditentukan. Replika kapal yang berada di depan Kelenteng Tay Kak Sie itu, pemkot menghargainya untuk dibongkar sendiri sesuai permintaan dari pengelola.

Pihaknya sangat menghargai karena ada peran serta masyarakat untuk membongkar sendiri replika Kapal Cheng Ho. Itu artinya, menghemat Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) karena sudah disiapkan anggaran Rp 150 juta, jika pembongkaran dilakukan pemkot.

‘’Tapi, kalau kemudian nanti sampai akhir Agustus mereka belum
membongkar, ya bisa dipastikan kami yang akan membongkar, karena
anggaran (pembongkarannya) sudah disiapkan,’’ tegasnya.

Replika Kapal Cheng Ho ini tak hanya dipermasalahkan pemkot, tapi juga dipermasalahkan berbagai pihak terutama kalangan DPRD Kota Semarang. Dewan merekomendasikan pembongkaran replika kapal karena keberadaannya di atas aliran Kali Semarang mengganggu sistem drainase dan alian sungai itu.

‘’Keberadaan replika Kapal Cheng Ho meresahkan masyarakat, karena
mengganggu proses normalisasi Kali Semarang. Pemkot melalui Satpol PP harus tegas melakukan pembongkaran jika tidak ada perkembangan sikap fari yayasan,’’ kata Ketua Komisi C DPRD Kota Semarang, Didik Marsudi. (MS-13)