Home > METRO BERITA > Hendi Larang Pedagang Jual Belikan Lapak Pasar Bunga Kalisari

Hendi Larang Pedagang Jual Belikan Lapak Pasar Bunga Kalisari

METROSEMARANG.COM – Pedagang Pasar Bunga Kalisari diperingatkan tidak boleh memperjual-belikan lapak yang sudah dibangun. Jika nekat melanggar maka izin menempati lapak akan dicabut.

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi didampingi pejabat terkait melihat pembangunan Pasar Bunga Kalisari, Rabu (30/11). Foto: metrosemarang.com/masrukhin abduh
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi didampingi pejabat terkait melihat pembangunan Pasar Bunga Kalisari, Rabu (30/11). Foto: metrosemarang.com/masrukhin abduh

Peringatan itu dikatakan langsung Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, saat meninjau pembangunan pasar yang berada di Jalan Dr Soetomo, Rabu (30/11) siang. Hendi-panggilan akrabnya, menyempatkan diri beraudiensi dengan pedagang dan masyarakat sekitar.

Dalam kesempatan itu, masyarakat memberikan berbagai saran dan juga keluhan kepada Hendi. Salah satunya dari Erwin, warga RT 1 RW 3 Kalisari. Dia meminta kamar mandi yang dibangun di setiap gang masuk kampung dievaluasi. Karena jadi akses lalu lintas warga.

”Dibangunkan lagi gapura, pos hansip, dan saluran air yang tertimbun material pembangunan pasar agar dibersihkan,” katanya.

Keluhan-keluhan dari warga tersebut langsung dijawab Hendi, yang juga didampingi Kepala Dinas Tata Kota dan Perumahan (DTKP) dan Dinas Pasar Kota Semarang. Dijanjikan gapura dan pos kamling akan dibangunkan lagi di tahap II pembangunan pasar tahun 2017.

Demikian juga kamar mandi akan dikaji lagi. Sedangkan untuk saluran air besok segera dibersihkan kontraktor material yang menimbunnya. Keresahan warga yang tinggal di bantaran sungai di belakang pasar juga dipastikan tidak ada penggusuran.

Kepada wartawan usai beraudiensi dengan warga, Hendi mengatakan pembangunan Pasar Bunga Kalisari progresnya saat ini sudah mencapai 92 persen atau sesuai rencana. Saat ini sedang mengerjakan tahap penyelesaian akhir seperti pengecatan bangunan.

Dia menegaskan pasar bunga yang sudah dibangun Pemkot ini nantinya harus dapat dijaga dengan baik oleh pedagang maupun warga sekitar. Sebab pasar bunga ini diproyeksikan sebagai salah satu destinasi wisata baru di Semarang yang menawarkan estetika penataan pedagang, dengan latar belakan rumah warga yang ditata rapi dan cat warna-warni.

Kepala DTKP Kota Semarang Agus Riyanto selaku dinas tehnis yang membangun Pasar Bunga Kalisari, menuturkan target penyelesaian pembangunan Pasar Bunga Kalisari sampai tanggal 15 Desember 2016.

”Sementara untuk penataan pedagang akan dilakukan bersama dengan Dinas Pasar agar terlihat seragam. Tapi untuk pengecatan 400 an rumah warga akan dilakukan di luar musim penghujan,” katanya. (duh)

Tinggalkan Balasan