Home > METRO BERITA > Hendi Optimitis Silpa Tidak akan Tembus Rp 1 Triliun

Hendi Optimitis Silpa Tidak akan Tembus Rp 1 Triliun

METROSEMARANG.COM – Pemkot Semarang memastikan kegiatan proyek yang dilakukannya tahun ini termasuk lebih baik dari tahun sebelumnya. Akan terlihat dari sisa lebih penggunaan anggarannya (silpa). Dipastikan silpa tahun anggaran 2016 tidak sampai Rp 1 triliun.

Wali Kota Hendar Prihadi didampingi pejabat tetkait meninjau Jalan Sampangan – Gunungpati di Trangkil yang sudah selesai dikerjakan kontraktor sesuai kontrak, Kamis (22/12). Foto: metrosemarang.com/masrukhin abduh

Hal itu disampaikan Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, saat meninjau proyek pembangunan Jalan Sampangan-Gunungpati, Trangkil, di dampingi kepala dinas terkait, Kamis (22/12).

Wali kota yang akrab disapa Hendi, menjelaskan, pihaknya mencermati beberapa kegiatan yang dilakukan pemkot terutama yang nilai lelangnya besar. Karena minggu ini sudah memasuki batas akhir kontrak dan batas akhir pencairan. Dia tidak menginginkan ada lagi proyek yang tidak selesai karena kontraktornya tidak bonafide atau perencanaan tidak baik.

”Kita tidak ingin seperti tahun lalu ada silpa yang cukup tinggi, sehingga kita kontrol terus setiap minggu bahkan pada minggu terkahir ini setiap hari kita lakukan pengecekan, baik di lokasi proyek maupun  di DPKAD tempat pencarian termin,” kata wali kota.

Dia mengatakan, perkembangannya kegiatan proyek tahun ini sudah mulai baik. Artinya silpa tahun lalu yang mencapai Rp 1 triliun lebih tahun ini tidak akan mencapai sebesar itu lagi. Karena dari rakor terakhir dari anggaran yang masih tersisa sekitar Rp 1 triliun di akhir Nopember, sekarang ini di bulan Desember tinggal sekitar Rp 500 miliar. ”Jadi bisa dipastikan silpanya nanti tidak akan sebesar tahun lalu,” tegasnya.

Saat ini, lanjut Hendi, pihaknya tinggal berkonsentrasi terhadap beberapa proyek yang berdasarkan hasil tinjauan lapangan wujud fisiknya belum 100%. ”Hari ini kita cek tadi pagi (pembangunan jalan) di Manyaran, Gunungpati sudah selesai,  Jalan Sampangan-Gunungpati  juga sudah. Sekarang tinggal yang ada di daerah Meteseh, Tembalang, karena sampai saat ini belum 100 persen,” kata Hendi.

Ditambahkan, tahun depan wilayah pinggiran tetap akan menjadi fokus pembangunan infrasktruktur oleh pemkot. Seperti jalan dari Sampangan menuju ke Unnes, yang mungkin sudah tertata baik. Tapi karena ledakan jumlah mobil dan motor yang sudah sangat tinggi terutama dari para mahasiswa Unnes, maka jembatan besi di Sampangan akan dilebarkan.

”Kami melihat satu lagi yang harus diperbaiki di jalan ini adalah jembatan. Jembatan besi di Sampangan itu tahun depan akan kita lebarkan supaya arus menuju  ke unnes ini bisa lebih lancar,” katanya.

Selain itu infrastruktur jalan di wilayah Jabungan, yang meksipun tahun lalu sudah dianggarkan cukup besar puluhan miliar rupiah, tapi tahun depan masih akan dianggarkan lagi Rp 20 miliar. Agar infrastruktur di wilayah tersebut bisa segera tertata.

Kemudian juga di Genuk yang infrastrukturnya juga masih tertinggal cukup jauh. Sehingga tahun depan masih akan digelontorkan Rp 30 miliar khusus untuk pembangunan jalan-jalan di Genuk.

”Sedangkan untuk tempat-tempat yang lain akan kita sesuaikan seperti di Podorejo Ngaliyan, Mangkang, Tugu itu menjadi prioritas kita. Terutama untuk kegiatan yang memakai bahan dasar beton,” katanya.

Sementara itu, untuk pembangunan Jalan Sampangan-Gunungpati sendiri sudah dikerjakan kontraktortor sesuai kontrak. Pengerjaan jalan tahap III ini nilainya Rp 6,7 miliar sepanjang 2,4 Km dan lebar 7 meter. (duh)