Home > METRO BERITA > Hendi Sampai Tak Tidur 2 Hari Menyusun SOPD Baru

Hendi Sampai Tak Tidur 2 Hari Menyusun SOPD Baru

METROSEMARANG.COM – Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, mengaku harus berpikir keras sampai tidak tidur selama dua hari ini untuk menyusun Struktur Organisasi Perangkat Daerah (SOPD) baru. Sebab perombakan SOPD dilakukan secara besar-besaran.

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi memakaikan rompi kepada personel FRU dalam upacara ulangtahun ke-66 Satpol PP di Kantor Satpol PP Kota Semarang, Jalan Ronggolawe, beberapa waktu lalu. Foto: metrosemarang.com/dok

Hendi-panggilan akrabnya, mengatakan saat ini belum dibentuk panitia seleksi (pansel). Pansel yang akan bertugas mempersiapkan pengisian jabatan eselon dua baru akan dibentuk bulan Januari. Saat ini masih membahas bagaimana menyusun SOPD baru yang sesuai dengan amanat Undang-Undang.

”Karena ada (dinas) yang dilebur ada juga yang ditambah, kita sedang berfikir keras, saya sampai dua hari ini nggak tidur untuk bisa menempatkan orang-orang yang tepat,” kata Hendi, saat ditanya soal penyusunan SOPD baru, Selasa (20/12).

Dia berharap, awal Januari sudah ada pelantikan. Kalaupun harus mundur hanya beberapa hari saja. Kemungkinan ada pergantian jabatan eselon dua belum diputuskan. Karena masih dibahas di tingkat Badan Kepegawai Daerah (BKD) dan Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat).

”Mereka baru menyusun gambarannya seperti apa, nanti baru saya dan Ibu wakil wali kota lakukan evaluasi. Apakah yang sudah diusulkan itu tepat atau tidak. Mohon doanya mudah-mudah tepat awal Januari kita bisa melantik,” ujarnya.

Meski demikian, baginya tolok ukur untuk penempatan jabatan ini cukup simpel. Hanya soal kinerja, dedikasi, dan loyalitasnya saja. Namun dia memastikan dalam menyusun SOPD baru ini mau tidak mau harus dilakukan perombakan yang besar.

”Karena ada SKPD yang dilikuidasi, ada penambahan, dan juga penggabungan jadi satu SKPD. Jadi ┬ápasti ada perombakan yang besar,” katanya.

Tapi Hendi juga memastikan, perombakan itu tidak akan ada pejabat yang difungsionalkan. Tidak ada pejabat yang tidak akan punya kursi (jabatan), tapi mereka tetapi akan  menempati kursi hanya kursinya pasti akan berubah. (duh)