Home > METRO BERITA > Hendi Tidak Ingin Terjadi ‘Jeruk Makan Jeruk’

Hendi Tidak Ingin Terjadi ‘Jeruk Makan Jeruk’

METROSEMARANG.COM – Usai mengukuhkan tim satgas sapu bersih pungutan liar (saber pungli), Wali Kota Semarang memberikan satu pesan kepada para pegawainya di lingkungan Pemkot Semarang. Yaitu, jangan sampai terjadi istilah jeruk makan jeruk.

Hendrar Prihadi
Foto: metrosemarang.com/ade lukmono

‘’Artinya tim saber pungli dari pemkot menangkap orang pemkot (karena terbukti melakukan pungli,red)’’, kata Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi didampingi Wakil Wali Kota Hevearita Gunaryanti Rahayu di Balai Kota, Rabu (11/1).

Hendi-panggilan akrabnya, mengatakan ironis sekali kalau sampai terjadi tim saber pungli menangkap teman-temannya sendiri yang melakukan pungli. Karena sebagian besar anggota tim saber pungli itu juga orang pemkot.

Tapi kalau memang bandel masih nekat melakukan pungli meski sudah diberikan sosialisasi, dia minta tim saber pungli tetap tangkap saja pegawai tersebut. Hal itu sebagai pelajaran bagi pegawai pemkot yang lain.

Disebutkan, di tahun 2016 sudah ada 6 kasus pungli yang memaksa dirinya mengambil langkah pembinaan. Dengan mencopot jabatan dan menurunkan pangkat pelaku satu tingkat. Para pelaku terdiri dari Kasi, Kabid dan dua Lurah yang terbukti memberikan pelayanan perizinan dengan melakukan pungli.

‘’Itu sifatnya masih pembinaan. Tapi setelah terbentuk tim saber pungli, kami akan koordinasi dengan aparat penegak hukum apakah suatu pungli itu termasuk pidana. Jika terbukti ya bisa saja dibawa ke ranah pidana,’’ katanya.

Ditegaskan, bahwa tujuan dibentuknya tim saber pungli adalah memang untuk mengubah pola pelayanan kepada masyarakat agar tidak ada lagi biaya-biaya tambahan yang tidak ada dasar hukumnya atau pungli. (duh)

Tinggalkan Balasan