Home > METRO BERITA > Sosialita > Hendrar Prihadi: Iseng Lempari Asem

Hendrar Prihadi: Iseng Lempari Asem

Hendrar Prihadi Foto: metrosemarang.com/anton sudibyo
Hendrar Prihadi
Foto: metrosemarang.com/anton sudibyo

DI usia Kota Semarang yang sudah memasuki tahun ke-468, mungkin sebagian orang masih belum tahu mengapa bisa bernama Semarang. Menurut beberapa literatur, kata Semarang berasal dari kata ‘Asem’ dan ‘Arang’ yang berarti Pohon Asem yang jarang-jarang.

Wali Kota Hendrar Prihadi mengaku punya kenangan khusus tentang buah berkulit cokelat itu. Pada zaman dulu, pohon asem sangat mudah ditemui, terutama di Jalan Pemuda dan Jalan Pahlawan. Bahkan Hendi yang kala itu masih duduk di bangku SD sering bermain di bawah pohon asem ketika sekolah selesai.

“Kalau selesai sakolah, biasanya saya dan teman-teman sering melempari buah asem. Kalau sudah jatuh kami punguti. Waktu itu belum ada Hotel Ciputra. Di sana masih ada GOR yang sering digunakan untuk festival musik,” kenang Hendi, belum lama ini.

Kini, Pemerintah Kota Semarang sedang berencana mengganti pohon yang rawan tumbang dengan pohon asem. Selain lebih kuat, akar pohon asem juga berbentuk tunggang (masuk ke tanah) dan tidak menjalar ke samping sehingga tidak merusak jalan dan trotoar.

Penggantian pohon peneduh berjenis angsana ke pohon asem juga bertujuan untuk mengembalikan identitas Kota Semarang. (ade)