Hipsi Jateng Targetkan Cetak 200.000 Santri Pengusaha

Perwakilan Telkomsel saat memberikan materi di acara Roadshow Santripreneur, Senin (17/2). Foto Metrosemarang/Achmad Nurseha
Perwakilan Telkomsel saat memberikan materi di acara Roadshow Santripreneur, Senin (17/2). Foto Metrosemarang/Achmad Nurseha

SEMARANG – Himpunan Pengusaha Santri Indonesia (Hipsi) Semarang menghelat acara Roadshow Santripreneur di Pesantren Darul Falah Be-songo, Perum Bank Niaga Tambakaji, Ngaliyan, Senin (16/2) pagi. Kegiatan ini merupakan langkah awal pemetaan potensi santri untuk mengembangkan usahanya secara mandiri.

Empat narasumber dihadirkan, yaitu dari Balai Latihan Kerja Industri (BLKI) Kota Semarang, Dinas Koperasi dan UMKM Semarang, Hipsi Pusat, dan Telkomsel.

Ketua Hipsi Jawa Tengah, Muhammad Imadudin Masruri mengatakan, untuk era saat ini sudah saatnya anak santri tak hanya pandai dalam mengaji, namun juga harus belajar menjadi entrepreneur. “Potensi mereka sebenarnya luar biasa untuk berwirausaha, tinggal kita ke depan mengolahnya seperti apa,” katanya kepada metrosemarang.com saat ditemui setelah acara.

Dikatakannya, melalui program santripreneur yang akan dimulai awal tahun ini, Hipsi menargetkan pada tahun 2022 nanti bisa mencetak satu juta santri pengusaha di Indonesia.

“Untuk Hipsi Jateng targetnya mencetak 200 ribu, jadi 20% dari keseluruhan. Roadshow Santripreneur di Jateng sudah kami selenggarakan di 10 kota, yaitu Salatiga, Temanggung, Purbalingga, Kebumen, Banyumas, Brebes, Tegal, Banjarnegara, dan terakhir Semarang,” jelasnya.

Imad menambahkan, baik Hipsi pusat, provinsi, maupun Kota Semarang akan terus bersinergi dengan harapan bisa mencetak pengusaha bersaing tinggi serta mempu membentuk dunia bisnis digital guna menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) mendatang.

“Sekarang adalah era digital, semuanya serba memakai internet. Makanya kali ini kami menggandeng PT Telkomsel Semarang, BLKI, Bank Mandiri serta Dinas Koperasi dan UMKM Semarang agar target kita tidak meleset,” tambahnya.

Ketua Hipsi Semarang, Fatah Rosihan menambahkan, acara Roadshow Santripreneur kali ini sekaligus menjadi hari pelantikannya. “Alhamdulillah saya diberi amanah untuk memimpin Hipsi Semarang yang sudah vakum tiga bulan terakhir ini,” katanya.

Menurutnya, sementara ini keberhasilan Hipsi Semarang menjadi rujukan dari kota-kota lain, sehingga perlu ada langkah yang cepat dan tepat untuk menyusun program kerja. “Kita di bawah instruksi Hipsi pusat dan kita akan mengkombinasikan beberapa program dari mereka,” tambahnya.

Fatah menambahkan, program santripreneur juga bekerjasama dengan Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo terkait pengolahan produk yang membutuhkan perlengkapan dan bahan kimia.

“Rektor UIN Walisongo, Prof. Muhibbin sudah menandatangani surat perjanjian dengan kita. Semoga dengan beberapa pihak yang sudah bekerjasama, santri akan bisa menguasai sektor perekonomian di Jawa Tengah,” tegasnya. (ans)