Hujan saat Imlek Dipercaya Membawa Kemakmuran

Membersihkan patung dewa di Klenteng Tay Kak Sie. Foto: metrosemarang.com/dok
Membersihkan patung dewa di Klenteng Tay Kak Sie. Foto: metrosemarang.com/dok

METROSEMARANG.COM – Imlek selalu dibarengi dengan hujan. Di luar waktunya yang bertepatan dengan musim penghujan, perayaan Tahun Baru Cina punya kepercayaan bahwa hujan sebagai pertanda kemakmuran dan rezeki.

Ketua Yayasan Klenteng Kebun Jeruk TITD Low Lie Bio, Indra Satya Hadinata mengungkapkan, zaman dahulu, mayoritas orang Cina berprofesi sebagai seorang petani. Mereka menggantungkan hidupnya dari aktivitas bertani. Perayaan Imlek merupakan perayaan musim semi, setelah berlalunya musim dingin yang tidak ada aktivitas bekerja bagi para petani.

Di awal musim semi inilah para petani bisa memulai kegiatan bercocok tanam. Karena hujan sudah mulai turun yang akan dimanfaatkan untuk pertanian. “Maka degan adanya air hujan akan sangat membantu para petani dalam melakukan kegiatan bercocok tanam,” terang Indra, baru-baru ini.

Dari cerita itu, lanjut Indra, bagi warga Tionghoa hujan merupakan salah satu berkah untuk kehidupan semesta alam. Hujan bisa menghidupkan roda perekonomian utama mereka dalam bidang pertanian. “Dan air juga merupakan salah satu sumber kehidupan,” lanjut Indra.

Maka tidak salah, hingga saat ini warga Tionghoa masih memegang erat tradisi kepercayaannya. Mereka masih percaya Imlek disertai hujan lebat akan membawa berkah.

“Maka sewaktu Tahun Baru Imlek sering bersamaan dengan turunnya hujan dipercaya membawa rezeki bagi orang-orang Tionghoa,” pungkasnya. (CR-08)