Home > METRO BERITA > KOLOM METRO > Hygeia, Pionir Air Minuman Kemasan dari Semarang

Hygeia, Pionir Air Minuman Kemasan dari Semarang

Hendrik bersama pegawainya di Pabrik Hygeia, Jurnatan (sumber: Tropenmuseum)
Hendrik bersama pegawainya di Pabrik Hygeia, Jurnatan (sumber: Tropenmuseum)

 

Perkara minum air adalah kebutuhan semua makhluk hidup. Setiap hari disarankan sekitar 5-8 liter setiap orang untuk minum demi memenuhi kebutuhannya akan cairan. Selain memasak sendiri, sekarang sudah jamak jikalau kita minum dari air minum kemasan yang ramai dijual di pasaran dengan berbagai merek.

Namun, jauh sebelum Pak Tirto Utomo dengan produk minuman kemasannya yang kini merajai pasar produk minuman kemasan, di Semarang telah didirikan produk minuman kemasan bermerek Hygeia pada tahun 1901 oleh Prof. Hendrik Freerk Tillema, salah seorang innovator di bidang kimia pada masa Hindia-Belanda. Produk Hygeia sangat terkenal di masanya, dan Hygeia sendiri selain memproduksi air mineral juga memproduksi air soda, atau yang biasa dikenal sebagai limun.

Hygeia diambil dari nama anak perempuan dari Asklepios, dewa Yunani pelindung kesehatan. Cap dagangnya yang berlambang kucing hitam dengan ekor yang melambai melompati huruf-huruf merk Hygeia sangat dikenal di masanya. Pabrik Hygeia yang terdapat di bilangan Pasar Ikan Hias Jurnatan, masih kokoh berdiri walaupun kini telah beralih fungsi menjadi sekedar gudang distribusi produk minyak goreng

 

(Kunjungi laman facebook Komunitas Lopen Semarang untuk tulisan-tulisan berbau sejarah kota Semarang lainnya)

Yuk, Berbagi Informasi

Bagikan Artikel Ini. Klik ikon di bawah.
close-link