Home > METRO BERITA > IDI Semarang akan Telusuri Dugaan Praktik Monopoli Bisnis Obat

IDI Semarang akan Telusuri Dugaan Praktik Monopoli Bisnis Obat

METROSEMARANG.COM – Adanya tudingan dari Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Indonesia tentang adanya monopoli bisnis obat di sejumlah daerah di Indonesia, ditanggapi santai oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Semarang.

Ilustrasi
Ilustrasi

Ketua IDI Semarang, dr. Elang Sumambar menyebut praktik kecurangan seperti itu hampir tidak terjadi di Kota Semarang dan mungkin di daerah lain. Menurutnya, sekarang ini sudah ada regulasi dan pengawasan yang mengatur hal tersebut.

“Tentu jika ada indikasi seperti itu kita akan mencari tahu. Namun saya rasa sudah tidak terjadi, sekarang tidak seperti dulu,” kata Elang dihubungi metrosemarang.com, Kamis (19/8).

Dijelaskan Elang, praktik tersebut rentan terjadi jika ada kesepakatan khusus antara dokter dengan perusahaan obat melalui peran marketing atau Medical Representative (Medrep). Namun, sekarang ini hal tersebut tidaklah mungkin mengingat minimnya akses Medrep ke dokter.

Sebagai contoh, Elang menyebut RSUP Dr Kariadi Semarang. Di situ Medrep sama sekali tidak diberi akses untuk menawarkan obat merek tertentu ke dokter. “Oleh karena itu hampir tidak mungkin dokter merekomendasikan merek obat tertentu,” imbuh Elang.

Meski demikian, pihaknya mengaku akan mencari tahu. Sebab, hal tersebut dapat merugikan masyarakat dan mencoreng profesi dokter. Pihaknya juga tak segan memberi sanksi kepada dokter yang melakukan praktik tersebut.

Sebelumnya, Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Indonesia menyebut, para oknum dokter nakal, terutama yang bertugas di rumah sakit swasta, klinik, ataupun  dokter praktik, diketahui mendapat jatah setoran sebanyak 30 persen dari hasil penjualan obat dari sejumlah perusahaan obat. Hal ini diduga menjadi salah satu penyebab harga obat menjadi mahal.

“Ada monopoli by agen. Agennya siapa? Ternyata agennya adalah dokter,” kata Komisioner Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), Saidah Sakwan, usai acara diskusi Diseminasi Saran dan Pertimbangan KPPU pada Sektor Kesehatan, di Hotel Santika Premier Semarang, Kamis (18/8). (yas)

Yuk, Berbagi Informasi

Bagikan Artikel Ini. Klik ikon di bawah.
close-link