Home > METRO BERITA > Sosialita > Ihtirozun Ni’am, Ciptakan I-Zun Dial sebagai Balas Budi

Ihtirozun Ni’am, Ciptakan I-Zun Dial sebagai Balas Budi

METROSEMARANG.COM – Merasa berhutang budi adalah hal lumrah bagi manusia. Hal ini juga dirasakan oleh M. Ihtirozun Ni’am. Pemuda kelahiran 10 Juli 1993 ini juga ingin membalas budi pada pemerintah atas beasiswa yang didapatnya melalui Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB) dari Kementerian Agama Republik Indonesia, hingga akhirnya berhasil menciptakan I-Zun Dial.

Ihtirozun Ni’am saat mengisi pelatihan Ilmu Falak. Foto: dok pribadi
Ihtirozun Ni’am saat mengisi pelatihan Ilmu Falak. Foto: dok pribadi

Izun, sapaan akrabnya, adalah penemu alat falak yang diberi nama I-Zun Dial. Alat ini digunakan antara lain untuk menentukan arah angin, arah kiblat, jam, awal waktu untuk salat duhur dan asar, ketinggian benda langit, posisi hilal saat rukyah awal bulan Qamariah dalam kalender Islam, titik koordinat  suatu tempat, nilai deklinasi matahari, dan nilai perata waktu atau equation of time.

“Ini adalah hal kecil yang bisa saya lakukan untuk membalas jasa Kemenag dalam proses studi S1 saya,” ungkap pemuda yang akrab disapa Izun perihal I-Zun Dial alat hasil ciptaannya kepada metrosemarang.com baru-baru ini.

Pemuda kelahiran Tuban ini memang sangat tertarik dengan Ilmu Falak atau astronomi Islam. Menurutnya masih banyak persoalan Falak di Indonesia yang belum terjawab dan terselesaikan. Seperti perbedaan penentuan waktu awal puasa atau Lebaran yang setiap tahunnya selalu menjadi perdebatan. “Semoga dengan I-Zun Dial ini, dapat membantu menjawab permasalahan tersebut.” imbuhnya.

“Fungsi penentuan nilai deklinasi matahari dan fungsi penentuan titik koordinat suatu tempat dari I-Zun Dial saat ini tengah dijadikan objek kajian untuk penelitian skripsi mahasisiwa UIN Walisongo dan STAIN Pekalongan,” tutur Izun, yang tengah sibuk mempersiapkan penerjemahan buku panduan I-Zun Dial ke dalam bahasa Arab.

Pemuda yang masih menempuh jenjang studi S2 di bidang kajian Ilmu Falak UIN Walisongo ini sangat berharap adanya kajian mendalam di bidang Ilmu Falak. Mengingat selama ini kajian Ilmu Falak yang monoton dengan teori saja dan minim praktik karena keterbatasan sarana dan prasarana. I-Zun Dial ciptaannya diharapkan dapat menjadi solusi bagi permasalahan tersebut, terlebih lagi harganya terjangkau.

“Semoga dengan majunya kajian Ilmu Falak dalam Islam, dapat mendorong munculnya masa renainsance bagi umat Islam,” pungkasnya. (yulikha elvitri)