Home > Berita Pilihan > Indeks Pariwisata Semarang Tertinggi di Indonesia

Indeks Pariwisata Semarang Tertinggi di Indonesia

METROSEMARANG.COM – Kota Semarang berhasil meraih penghargaan dari Menteri Pariwisata sebagai salah satu dari 10 kota dengan indeks pariwisatanya tertinggi di Indonesia. Penghargaan diserahkan dalam Rapat Koordinasi Nasional Kementerian Pariwisata, Selasa (6/12).

Pagelaran orkestra di Lawang Sewu, beberapa waktu lalu. Tempat ini menjadi salah satu magnet untuk mengundang wisatawan berkunjung ke Semarang. Foto: metrosemarang.com/dok
Pagelaran orkestra di Lawang Sewu, beberapa waktu lalu. Tempat ini menjadi salah satu magnet untuk mengundang wisatawan berkunjung ke Semarang. Foto: metrosemarang.com/dok

Kesepuluh kota dengan peringkat tinggi tersebut adalah Kota Denpasar, Kota Surabaya, Kota Batam, Kabupaten Sleman, Kota Semarang, Kabupaten Badung, Kota Bandung, Kabupaten Banyuwangi, Kabupaten Bogor dan Kabupaten Bantul.

Tak hanya itu, Kota Semarang juga berhasil menyabet penghargaan Kota terbaik Peningkatan Pengguna Angkutan Umum IRSA 2016 kategori Kota dengan Jumlah Penduduk di atas 1 juta jiwa. Penghargaan diserahkan langsung oleh Menteri Perhubungan RI, Budi Karya Sumadi kepada Kota Semarang yang diwakili oleh Kepala Dinas Perhubungan, Agus Hermunanto. Penyerahan penghargaan dilakukan di Grand Ballroom, lantai 2, Hotel JW Marriott, Selasa (6/12).

“Kota Semarang berhasil mengalahkan 4 finalis lainnya yang masuk pada kategori yang sama, yakni Kota Bogor, Kota Tangerang Selatan, Kota Surabaya, Kota Adm Jakarta Pusat,” ujar Kabag Humas Setda Kota Semarang, Achyani, dalam rilis yang diterima metrosemarang.com.

Dijelaskan, dengan diterimanya penghargaan ini, Kota Semarang dinilai berhasil mendorong penggunaan sarana transportasi umum berupa BRT Trans Semarang. Tercatat, pada tahun 2015 BRT telah mengangkut 8.023.869 penumpang atau meningkat 38,6% dari tahun 2014.

Selain itu, Kota Semarang juga dinilai berhasil melakukan penataan dan penyediaan fasilitas yang baik bagi pejalan kaki dengan membangun konsep citiwalk di tengah kota. Serta melakukan pengaturan lalu lintas melalui videosurveillance dengan menggunakan ATCS untuk mengatur pengguna jalan tertib berkendara.
(duh)