Home > METRO BERITA > METRO GAYA > Komunitas > Indonesia Kewalahan Penuhi Permintaan Ekspor Kopi Dunia

Indonesia Kewalahan Penuhi Permintaan Ekspor Kopi Dunia

METROSEMARANG.COM – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyatakan bila petani kopi Indonesia pada tahun ini kewalahan memenuhi permintaan ekspor kopi dunia, seiring menyusutnya areal pertanian dan produksi kopi dalam negeri.

Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto
Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto

Willem P Riwu, Direkrorat Industri Minuman Hasil Tembakau dan Bahan Penyegar Kemenperin mengatakan, meski total produksi kopi dalam negeri mencapai 731 ribu ton, tapi jumlah permintaan yang datang dari Amerika Serikat dan Eropa kini juga kian meningkat pesat.

Bahkan, kata Willem total ekspor kopi Indonesia ke luar negeri kini telah mencapai angka 400 ribu ton. Jumlah ini, menurut Willem tentunya lebih banyak apabila dibanding konsumsi masyarakat dalam negeri.

“Di Atlanta kemarin, kita malah sempat lelang 140 kontainer kopi. Begitu besar minat dunia terhadap kopi Indonesia. Yang kita khawatirkan sekarang, di saat kopi Indonesia sedang diminati tetapi kita justru sulit memenuhi pasokannya,” ungkapnya usai konferensi pers menyambut Hari Kopi Internasional (International Cofee Day) di Lantai V Setos Semarang, Rabu (21/9).

Ia menduga penurunan produksi kopi dipicu faktor alam yang kurang bersahabat. Tak hanya itu saja, katanya. Penyusutan lahan kopi juga jadi salah satu faktor penyebabnya

Menurutnya kondisi ini cukup ironis mengingat hampir 60 persen biji kopi Arabika selama ini diekspor ke Negeri Paman Sam. Sedangkan sisanya merupakan permintaan kopi Robusta ke tanah Eropa.

“Kebun kopi kita jauh dari jumlah ideal. Padahal, di Vietnam sudah asa 2 ton kopi yang dihasilkan per hektar. Di kita (produksinya) cuma 200 ribu per hektar,” terangnya.

Wakil Ketua Asosiasi Eksportir Kopi Indonesia (AEKI) Jateng Moelyono Soesilo juga mengkhawatirkan hal serupa walaupun secara kasat mata Indonesia berada di deretan 10 negara penghasil kopi di dunia.

“Posisi Indonesia berada di nomor empat total produksi kopi dunia dibawah Brasil, Vietnam dan Kolombia. Namun jumlah produksi biji robustanya merosot di peringkat ketiga setelah Brasil dan Vietnam. Yang mengejutkan lagi, kita sebagai eksportir kopi malah turun peringkat kelima dan itu jadi posisi terendah dalam sejarah perkopian di negeri kita,” cetusnya. (far)