Ingat, Mulai Juni Pelanggar Perda Kawasan Tanpa Rokok Didenda Rp 5 Juta

METROSEMARANG.COM – Sedikitnya 10 PNS dan pengunjung terjaring razia Satpol PP Kota Semarang, Rabu (14/3). Mereka kedapatan merokok di lingkungan kantor Balai Kota Semarang.

Pelanggar Perda KTR diminta mematikan rokok dan membuat surat pernyataan, Rabu (14/3). Foto: metrosemarang.com/masrukhin abduh

Selain diminta mematikan rokok, petugas juga meminta mereka untuk menandatangani surat pernyataan tidak akan mengulangi perbutannya.

Petugas Satpol PP terbagi dalam 4 tim yang menyisir kantor-kantor dinas di lingkungan balaikota. Sebagai barang bukti tim juga menyita beberapa asbak wadah abu rokok salah satunya saat menyisir di Kantor Dinas Sosial. Sementara dari 10 orang yang ditindak, dua di antaranya PNS asal Pekalongan yang sedang berkunjung ke Semarang.

Koordinator lapangan razia Satpol PP Kota Semarang, Agus Dwi Harso mengatakan, razia ini merupakan penegakan Peraturan Daerah (Perda) Nomer 3 Tahun 2013 tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR). Berdasarkan perda tersebut lingkungan kantor balai kota termasuk salah satu area larangan untuk merokok.

“Sangat disayangkan masih ada PNS yang tidak mengindahkan larangan, padahal sosialisasi sudah dilakukan 3 bulan ini,” katanya saat penindakan.

Saat ini pihaknya masih sekadar memberikan peringatan kepada para pelanggar, karena masih sosialisasi. Namun mulai 1 Juni nanti dia memastikan siapa saja yang melanggar, akan ditindak secara pidana.

“Siapa saja yang tertangkap melanggar sedang merokok di tempat yang dilarang, akan dilakukan tindak pidana ringan,” tegasnya.

Aris supriyono, petugas Satpol PP menambahkan, pelanggar yang tertangkap melanggar perda nomor 3 akan ditindak pidana ringan (tipiring) dengan ancaman 3 bulan kurungan atau denda maksimal Rp 5 juta.

“Mulai 1 Juni pelanggar akan diminta KTPnya dan hanya dapat mengambilnya di pengadilan,” ujarnya.

Sementara itu, salah satu PNS yang kedapatan merokok, Tri Sulistyo, mengaku belum mengetahui adanya Perda KTR itu. Sebab, dirinya mengaku datang ke Semarang dari Pekalongan.

Meski begitu, dia mengapresiasi dan senang jika Perda KTR itu diterapkan oleh Pemkot Semarang. “Ya bagus sekali, saya mengapresiasi,” katanya sambil menandatangani surat pernyataan dari Satpol PP Kota Semarang. (duh)