Home > METRO BERITA > Ini Kronologi Percobaan Perkosaan yang Dialami Siswi SMP di Mijen

Ini Kronologi Percobaan Perkosaan yang Dialami Siswi SMP di Mijen

rapes

SEMARANG – Pergaulan remaja memang saat ini memang membuat orang tua dirundung resah. Sebagaimana yang dialami UK (38) ibu rumah tangga warga Ngemplak Simongan, Semarang Barat.

Buah hatinya yang bernama F (15) hampir saja kehilangan keperawanan. Meski akhirnya lolos, F mengalami sejumlah luka lantaran dianiaya. Pelakunya adalah temannya sendiri yakni Saiful dan Wanto warga Mijen, Kota Semarang. “Awalnya saya tidak mengira akan sampi seperti itu,” ungkapnya kepada metrosemarang.com, Minggu (27/7).

UK memaparkan, kejadian itu bermula ketika F didatangi Saiful, Minggu (20/7). Siswi SMP di Kota Semarang itu kemudian diajak menuju daerah Ajibarang, Mijen dengan dalih bertemu dengan teman wanitanya bernama Ayu. “Anak saya dijemput sama Saiful habis buka puasa. Katanya mau bertemu temannya, namanya Ayu di Mijen,” jelas UK.

Mendengar anaknya hendak bertemu teman sesama wanita, UK pun memperbolehkan. Namun ternyata hal itu hanya modus. 
Pasalnya, sesampainya di lokasi, F tidak bertemu dengan Ayu. “Di sana, Ayu ternyata tidak ada. Yang ada laki-laki bernama Wanto. Anak saya seperti dijebak,” tandasnya.

Benar saja, usai berkenalan dengan F, Wanto kemudian mengajak pesta miras. Modus itu yang diduga digunakan untuk memperdaya korban. Namun F menolak dan minta segera diantar pulang.

Wanto terus mendesak F agar mau meneggak minuman keras. Dengan iming-iming setelah minum segera diantar pulang. Dalam pengaruh alkohol, Wanto pun beraksi dengan mengajak korban berhubungan layaknya suami istri. Sedangkan Saiful yang juga dalam pengaruh miras tak bisa berbuat banyak. “Anak saya menolak. Dia terus berontak.  Akhirnya dipukuli dan dicekik,” ujarnya. 

Beruntung, Ayu bisa meloloskan diri. Dia akhirnya kabur bersama Saiful. Berdasarkan hasil fisum, F mengalami luka memar bekas pukulan di kepala belakang, pipi kiri, dan pelipis kanan. “Kami mohon polisi segera menuntaskan kasus anak saya. Pelakunya harus ditangkap,” tegas Brian.

Kasus tersebut masih dalam penanganan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Sat Reskrim Polrestabes Semarang. (les)

Yuk, Berbagi Informasi

Bagikan Artikel Ini. Klik ikon di bawah.
close-link