Home > METRO BERITA > METRO SPORT > Ini Landasan Komdis Jatuhkan Sanksi untuk PSIS

Ini Landasan Komdis Jatuhkan Sanksi untuk PSIS

Tim advokasi PSIS yang diketuai Kairul Anwar segera menyusun memori banding atas sanksi Komdis PSSI. Foto Metrosemarang
Tim advokasi PSIS yang diketuai Kairul Anwar segera menyusun memori banding atas sanksi Komdis PSSI. Foto Metrosemarang

SEMARANG – Komisi Disiplin (Komdis) PSSI telah mengirim salinan putusan sanksi kepada pemain dan ofisial PSIS yang dianggap mencederai fair play dalam laga melawan PSS Sleman, 26 Oktober 2014 silam. Dalam surat tertanggal 11 November 2014 itu ada beberapa dasar yang dijadikan acuan lembaga hukum sepakbola pimpinan Hinca Panjaitan itu.

Salinan resmi putusan Komdis tiba di Sekretariat PSIS melalui faximile pada Selasa (25/11) sekitar pukul 18.24. Menurut General Manager PSIS  Kairul Anwar, ada beberapa poin yang dijadikan landasan Komdis dalam menjatuhkan sanksi tersebut.

“Dalam surat yang kami terima, landasan penerapan pasal yang digunakan acuan Komdis yaitu Pasal 69 jo Pasal 33 jo Pasal 144 Kode Disiplin PSSI 2014, Statuta PSSI, Statuta AFC dan Statuta FIFA serta Fair Play Code FIFA,” terang Kairul kepada wartawan, Rabu (26/11).

Jika mengacu Fair Play Code FIFA, salah satu alasan yang digunakan Komdis adalah play to win atau bermain untuk menang. PSS maupun PSIS dianggap tidak ada kemauan untuk memenangi laga yang berakhir dengan lahirnya lima gol bunuh diri.

Menanggapi putusan tersebut, tim advokasi pembela pemain dan ofisial PSIS yang dipimpinnya akan mendalami dan mempelajari untuk selanjutnya menyusun memori banding. Sesuai Pasal 118 Kode Disiplin PSSI, kata dia, memori banding sudah harus selesai dalam waktu 14 hari setelah pemberitahuan formil.

“Meski surat dibuat tanggal 11, tapi pemberitahuan formil baru kami terima 25 November 2014. Artinya, dalam 14 hari ke depan dari tanggal 25, kami harus sudah menyusun memori banding,” katanya.

Pria yang juga menjabat sebagai pengacara ini berharap, Komisi Banding bisa mengabulkan permohonan yang diajukan. “Kami ingin menegakkan azas keadilan, karena semua keputusan harus untuk membina. Harapannya, keputusan banding nanti harus sesuai fakta dan tidak ada rekayasa,” pungkasnya.

Selain Kairul, ada tujuh anggota lainnya yang siap memberi pembelaan kepada pemain dan ofisial Mahesa Jenar. Mereka adalah Yakub Adi Krisanto (Ketua Komdis PSSI Jateng), A Dwi Nuryanto, Paulus Sirait, R Agung Utoyo, Tri Yunianto, M Reza Kurniawan (Ketua DPC Peradi Semarang) dan Lina Apriliani. (twy)