Home > METRO BERITA > Ini Pengakuan Manyun, Begal Jalanan yang Pernah Menjalin Asmara dengan Mayang Prasetyo

Ini Pengakuan Manyun, Begal Jalanan yang Pernah Menjalin Asmara dengan Mayang Prasetyo

Kemesraan Mayang dan Manyun saat keduanya berada di Singapura. Foto Metrosemarang/facebook
Kemesraan Mayang dan Manyun saat keduanya berada di Singapura. Foto Metrosemarang/facebook

SEMARANG – Tujuh tahun bersama Mayang Prasetyo, benar-benar membuat hidup Iwan Agus Prasetyo alias Manyun (31) serba berkecukupan. Pria warga Jalan Saptamarga Semarang ini mengaku kerap diajak ke luar negeri saat kekasihnya mendapat ‘job’ dari pelanggannya.

Menurut penuturan Manyun, Mayang Prasetyo pernah menjadi pekerja seks komersial dengan tarif yang begitu fantastis. Bahkan, sosok yang punya nama lahir Febri Andriansyah itu mempromosikan dirinya melalui sebuah situs online dan memperoleh pelanggan hingga ke luar negeri.

“Tarifnya per setengah jam 200 dollar, satu jam 500 dollar, dan 1000-1500 dollar untuk allnight. Dia mempromosikan melalui situs Vicesister.com,” ucap Manyun, saat menjalani pemeriksaan di Mapolrestabes Semarang, Jumat (28/11) siang.

Iwan mengatakan, langganan Mayang terdapat di beberapa negara, seperti Singapura, Hongkong, dan Australia. Bahkan Iwan sempat ikut mengantarkan kekasihnya tersebut saat ke luar negeri. “Saya pernah ikut pas ke Singapura sama Hongkong. Paspor yang ngurus dia semuanya,” imbuh penjual tahu yang pernah tujuh tahun menjalin hubungan bersama Mayang.

Menurutnya, semasa menjalani kehidupan bersama dirinya, Mayang dikenal sebagai pribadi yang tempramental dan hiperprotektif. “Tujuh tahun saya bersamanya. Mayang menjamin semua kebutuhan saya. Namun ia orangnya temperamen dan mudah marah,” bebernya.

Namun, menurut Iwan, Mayang berhenti menjajakan diri semenjak berpisah dengannya dan memilih hidup bersama Marcus Volker, pria asal Denmark yang justru tega mengakhiri hidup Mayang.

“Dia kemudian tinggal bersama Marcus di Australi. Saya juga kaget mengetahui kabar kematiannya, apalagi dengan cara yang sadis, ” tandas Iwan.

Manyun pun memilih pulang ke Semarang, sejak berpisah dengan Mayang. Belakangan, dia menjadi begal jalanan dengan sasaran sepeda motor. Tak jarang, Manyun juga melukai korbannya yang mencoba melawan. Dia akhirnya diringkus Tim Resmob Polrestabes Semarang, Kamis (27/11). (yas)