Home > METRO BERITA > Ini Pengakuan Munayir, Peracik Bubuk Mercon yang Ditangkap di Tembalang

Ini Pengakuan Munayir, Peracik Bubuk Mercon yang Ditangkap di Tembalang

Munayir (baju bergaris) saat dikeler petugas bersama tersangka lainnya, Asromi. Foto Metro
Munayir (baju bergaris) saat dikeler petugas bersama tersangka lainnya, Asromi. Foto Metro

SEMARANG – Munayir (49 )tersangka peracik bubuk petasan mengaku mempelajari cara membikin barang yang biasa disebut obat mercon tersebut sudah beberapa tahun lalu. Namun warga Krasak, Rowosari, Tembalang itu baru menekuni usaha tersebut sejak 2013.

“Saya belajar dari Pak Dhe saya, beliau sudah almarhum. Saya kepikiran bikin sejak puasa tahun lalu,” terangnya kepada metrosemarang.com di rumahnya, Kamis (24/7).

Bapak tiga anak tersebut menambahkan, pembuatan bubuk petasan dilakukan dengan cara menyampurkan sejumlah bahan. Di antaranya Potasium, belerang, brom dengan takaran tertentu.

“Hanya dicampur saja di dalam ember lalu diaduk-aduk pakai tangan. Paling satu jam selesai,” paparnya.

Setelah campuran selesai kemudian dikemas dalam berbagai ukuran. Mulai satu ons dengan harga Rp 7 ribu-Rp 10 ribu dan perkilogram dengan harga Rp 75 ribu-Rp 130 ribu. Pada musim lebaran 2014, Munayir sudah mempu menjual 80 Kg. “Hasilnya lumayan. Tahun kemarin saya dapat uang Rp 3 juta. Tapi tahun ini malah ketangkap,” ujarnya.

Tersangka lain, Asromi (24) warga Kedungsari, Rowosari, Tembalang mengaku hanya membantu. Yakni mengaduk bahan dan mengemas bubuk petasan ke dalam plastik.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, dua tersangka pembuat bubuk petasan diringkus di Dusun Krasak, Rowosari, Tembalang  Kamis (24/07) sekira pukul 00.30. Dua tersangka yang diringkus saat sedang meracik bubuk petasan itu kini mendekam di sel tahanan Polrestabes Semarang. (les)

Yuk, Berbagi Informasi

Bagikan Artikel Ini. Klik ikon di bawah.
close-link