Home > METRO BERITA > METRO SPORT > Ini Profil Hinca Panjaitan, Politisi dan Ketua Komdis PSSI Bergelar Doktor

Ini Profil Hinca Panjaitan, Politisi dan Ketua Komdis PSSI Bergelar Doktor

Hinca Panjaitan Metrosemarang/dok garuda soccer
Hinca Panjaitan
Metrosemarang/dok garuda soccer

SEMARANG – Hinca Panjaitan menjadi pusat perhatian pemerhati sepakbola nasional dalam sebulan terakhir. Dialah aktor di balik sanksi diskualifikasi PSS Sleman dan PSIS Semarang, yang dianggap memainkan sepakbola gajah di laga terakhir fase 8 besar Divisi Utama. Pria asal Sumatera Utara ini juga yang memberi sanksi larangan bermain seumur hidup terhadap para pelaku gol bunuh diri dan puluhan sanksi lainnya kepada mereka yang terlibat dalam pertandingan itu. Siapa sebenarnya Hinca Panjaitan dan bagaimana kiprahnya di dunia politik dan PSSI?

Berdasarkan penelusuran dari berbagai sumber, Hinca merupakan anak kedua dari tujuh bersaudara, dilahirkan di Aek Songsongan, tepi Sungai Asahan, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, 25 September 1964. Dia merupakan anak dari pasangan Sangil Songsongan Pandjaitan XII (almarhum) dan Nurianna Orem Siagian.

Hinca menikah dengan Engelbertha EP Silalahi pada 1993. Mereka dikaruniai tiga orang anak yaitu Lachzamana TFA Pandjaitan XIV, Qhanszelir Pandjaitan XIV, dan Qhaizshar IQL Pandjaitan XIV.

Hinca juga pernah menjabat sebagai Ketua Komdis PSSI di rezim Nurdin Halid. Setelah lengsernya Nurdin, Hinca kembali menduduki jabatan yang sama di era Djohar Arifin Husin sejak Maret 2013. Pria 50 tahun itu menggantikan Benhard Limbong.

Tak hanya di PSSI, Hinca Panjaitan juga seorang politikus handal. Dia merupakan kader Partai Demokrat dan dipercaya sebagai Ketua DPP-Divisi Komunikasi Publik partai berlambang bintang mercy tersebut. Hinca juga tercatat sebagai anggota komite konvensi penjaringan calon presiden dari Partai Demokrat.

Hinca Panjaitan juga pernah mencoba peruntungan sebagai wakil rakyat pada Pemilu Legislatif 2014 lalu. Meski meraih suara terbanyak dari daerah pemilihan (Dapil) Sumut III (Tanjungbalai, Asahan, Batubara, P.Siantar, Simalungun, Karo, Dairi, Pakpak Bharat, Langkat dan Binjai), Hinca gagal melenggang ke Senayan.

Terakhir, mantan anggota Dewan Pers ini digadang-gadang menjadi salah satu pengganti 8 anggota DPR RI yang dipecat Partai Demokrat.  Dia disebut-sebut akan menggantikan posisi Rudi H Bangun.

Hinca Panjaitan juga punya karir di bidang akademik yang cukup mentereng. Selepas lulus dari  Fakultas Hukum Universitas HKBP Nommensen, Medan pada 1987 dan dia mendapat gelar Master dari Universitas Padjajaran, Bandung pada tahun 1992.

Selanjutnya, Hinca mendapat gelar Doktor dari Fakultas Hukum Universitas Pelita Harapan (FH UPH) pada 28 Januari 2011. Disertasi ‘Intervensi Negara Terhadap Pengelolaan, Penyelenggaraan, dan Penyelesaian Sengketa Sepakbola Profesional di Era Globalisasi Dalam Rangka Memajukan Kesejahteraan Umum di Indonesia’ mengantarnya menyabet predikat cumlaude (sangat terpuji). (*)