Home > METRO BERITA > PILWAKOT SEMARANG > Ini yang Membuat Dana Kampanye Tak Semuanya Terlaporkan

Ini yang Membuat Dana Kampanye Tak Semuanya Terlaporkan

Anggota JPPR, Yedi Permana (kiri) menyerahkan berkas temuan dana kampanye kepada Konisioner KPU Kota Semarang, Agus Suprihanto, Rabu (25/11/2015). KPU Kota Semarang kesulitan memantau dana kampanye yang bersumber dari relawan paslon. Foto: metrosemarang.com/dok
Anggota JPPR, Yedi Permana (kiri) menyerahkan berkas temuan dana kampanye kepada Konisioner KPU Kota Semarang, Agus Suprihanto, Rabu (25/11/2015). KPU kesulitan memantau dana kampanye yang bersumber dari relawan paslon. Foto: metrosemarang.com/dok

METROSEMARANG.COM – Kebutuhan dana kampanye yang fantastis tidak semuanya dilaporkan oleh pasangan calon (Paslon) peserta Pilwakot Semarang. Hal itu dikarenakan banyak invisible hand yang membantu pendanaan Paslon dalam kampanye namun enggan dituliskan ke dalam buku keuangan tim sukses Paslon tersebut.

“Seharusnya relawan juga dimasukkan dalam laporan. Tetapi sampai proses Pilwakot berakhir, tak ada satupun yang mendaftarkan relawannya. Para Paslon hanya mendaftarkan tim suksesnya saja,” kata Divisi Hukum, Pencalonan dan Kampanye Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang, Agus Suprihanto, Rabu (6/1) sore.

Padahal, aliran dana dari para relawan inilah yang lebih besar ketimbang dana resmi yang dikelola oleh tim sukses. Dana dari relawan ini juga tidak bisa dimonitor oleh KPU.

Agus menambahkan, meskipun hal itu sudah menjadi rahasia umum ketika proses Pilkada, KPU tidak mempunyai wewenang untuk melakukan kajian atau investigasi mengenai aliran dana dari sumber yang tidak dilaporkan resmi ke KPU Kota Semarang. “Kami hanya berwenang untuk menerima laporan administrasi saja yang kemudian kami serahkan ke Kantor Akuntan Publik,” pungkasnya.

Diketahui, untuk Paslon pemenangan Pilwakot Semarang, Hendrar Prihadi dan Hevearita dalam laporannya mengeluarkan dana kampanye Rp 995.275.400. Jumlah ini berbeda dengan temuan Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR) yang mencatat dana sebesar Rp 1.343.975.000. Namun JPPR yakin, dana temuannya itu masih jauh di bawah dana sebenarnya yang dikeluarkan oleh Paslon pemenang Pilwakot jika digabung dengan dana yang dikeluarkan para relawannya. (ade)

Yuk, Berbagi Informasi

Bagikan Artikel Ini. Klik ikon di bawah.
close-link