Home > METRO BERITA > Inilah Paving Electric, Pembangkit Listrik Karya Dua Siswi SMA 2 Semarang

Inilah Paving Electric, Pembangkit Listrik Karya Dua Siswi SMA 2 Semarang

METROSEMARANG.COM – Satu lagi karya inovasi pelajar Semarang, berupa pembangkit listrik. Bukan sembarang pembangkit yang diciptakan oleh dua siswi cantik, Alfisna Fajri Rohmah dan Nor Syaadah, tapi sumber energi pembangkit listrik yang mereka kembangkan menggunakan tenaga mekanik yang dihasilkan dari pijakan atau injakan. Alat tersebut kemudian diberi nama Paving Electric.

Alfisna(jilbab hijau) dan Syaadah menunjukkan prototype Paving Electric. Foto: metrosemarang.com/yulikha elvitri
Alfisna(jilbab hijau) dan Syaadah menunjukkan prototype Paving Electric. Foto: metrosemarang.com/yulikha elvitri

Ditemui di sekolahnya, siswi kelas XII IPA SMAN 2 Semarang, mengaku ide awal Paving Electric berawal dari seringnya pemadaman listrik di daerah tempat tinggal Alfisna. Kemudian Alfisna dan Syaadah mulai memikirkan sumber tenaga yang dapat digunakan sebagai pembangkit listrik.

“Kan kalau injakan kaki, motor, atau mobil, selama ini dianggap nggak bermanfaat ya jadi kami nyoba untuk memanfaatkan tenaga yang dihasilkan dari injakan baik manusia atau kendaraan,” beber Alfisna kepada¬†metrosemarang.com, Selasa (11/10) sore.

Prinsip kerja Paving Electric cukup sederhana. Plat baja sepanjang 2 meter yang telah dirangkai dengan pegas dan 12 hand crank dihubungkan pada rangkaian dioda. Dalam rangkaian dioda ini tenaga mekanik yang dihasilkan dari injakan tersebut disearahkan lalu akan disimpan ke dalam dua buah baterai atau accu.

“Uji coba menggunakan motor dengan satu penumpang bisa menghasilkan 7-10 volt,” imbuh Syaadah.

Nantinya energi yang sudah disimpan ke dalam baterai dapat digunakan sebagai tenaga listrik. Kendati demikian, mereka mengaku masih ada kekurangan dari temuan mereka. Di antaranya yaitu hand crank yang belum bisa diproduksi sendiri serta ketahanan hand crank dari air.

“Untuk masalah kena air sudah ada solusi sih nantinya akan dipasangi waterproof di hand cranknya,” terang Alfisna.

Sedangkan untuk hand crank, ia mengaku akan berusaha untuk bisa mengembangkan sendiri bersama rekan-rekannya. Paving Electric sendiri terpilih menjadi 25 besar finalis Toyota Eco Youth (TEY) ke 10 dalam katagori proyek sains. (vit)