Home > METRO BERITA > Inilah Penampakan Tas Trilogic Karya Siswa SMA 3 Semarang

Inilah Penampakan Tas Trilogic Karya Siswa SMA 3 Semarang

METROSEMARANG.COM – Keunggulan Indonesia dalam hal bonus demografi ternyata menjadi salah satu alasan Siswa SMA 3 Semarang memilih tas multifungsi sebagai produk perusahaan siswa yang mereka kelola.

penampakan Tas Trilogic (kiri ke kanan) Coolturenesia Magic, coolturenesia (bentuk sling bag dan tas punggung), paling ujung coolturenesia bravo)

“Kami lakukan survei dan dari survei itu ternyata yang saat ini diinginkan dan dibutuhkan itu tas yang multifungsi yang ideal,” beber Camelia Gaby, anggota 3GSC, Kamis (16/2).

Perusahaan yang dipimpin oleh M. Fajari Nugroho ini akhirnya menciptakan terobosan baru dengan memproduksi Tas Trilogic. Tas Trilogic sendiri merupakan tas dengan banyak fungsi atau minimal tiga fungsi sesuai namanya, dan ada pula kantong rahasia untuk menyimpan benda-benda berharga.

“Kami sudah ciptakan tiga generasi Tas Trilogic, masing-masing punya kelebihan sendiri,” imbuh Gaby.

Tas Trilogic pertama diberi nama Coolturenesia. Coolturenesia sendiri dapat difungsikan sebagai tas punggung tapi juga dapat diubah menjadi sling bag (Tas dengan satu tali).

Generasi kedua bernama Coolturenesia Bravo. Dengan desain yang lebih besar, Coolturenesia Bravo memiliki Laptop Space. Keunggulan lainnya dari Coolturenesia Bravo dapat diexpand dengan satu bagian tas lainnya untuk tempat sepatu di bagian bawah tas.

Sementara tas generasi ketiga atau produk terbaru dari 3GSC bernama Coolturenesia Magic. Tas ini punya ukuran lebih kecil dibanding tas generasi kedua namun sedikit lebih besar dari tas generasi pertama.

Tas ini masih memiliki banyak kantong rahasia seperti dua generasi sebelumnya. Namun Coolturenesia Magic memiliki fitur lain yaitu berupa jaket yang menyatu dengan tas.

“Selain itu juga tas ini untuk mencegah pencurian, karena menyatu dengan jaket yang dipakai,” beber Jasmine, anggota lain dari 3GSC.

Prisip kerja jaket pada Coolturenesia Magic ini mirip dengan prinsip kerja rain coat tas. Jaket berada di bagian belakang tas tersembunyi dibalik resleting rahasia.

“Ini sudah teruji kekuatannya jadi kalau tas ditarik tidak akan mudah lepas karena menyatu jadiĀ anti pencurian,” imbuh Jasmine.

Sesuai namanya yang mengandung unsur budaya, Tas Trilogic memiliki desain dengan motif batik yang semuanya murni desain dari 3GSC. Ke depannya mereka tidak hanya akan menggunakan motif batik tapi juga tenun dan songket.

Satu buah tas diproduksi melalui beberapa tahapan yang akan menjadi kualitas tas. Ketiga generasi Tas Trilogic memiliki kualitas water resisten atau anti air yang juga telah teruji.

Bahkan setelah sukses menjual 170 buah tas, kini mereka tengah mengerjakan pesanan 180 buah tas dari sebuah perusahaan tambang. Perusahaan itu menurut mereka juga meminta desain tambahan pada tas Trilogic.

“Kami juga menerima requesan desain, kalau dari orderan perusahaan tambang ini mereka minta ada untuk tempat helm dan juga kacamata pelindung kerja,” imbuh Gaby.

Harga yang dibanderol untuk tas generasi pertama atau Coolturenesia adalah Rp 200 ribu, sedangkan Cooturenesia Bravo dihargai Rp 300 ribu. Sementara tas generasi terbaru dibanderol dengan harga Rp 600 ribu.

Berkat penjualan tas dan hadiah dari beberapa kali juara lomba kini mereka telah berhasil mengembalikan saham perusahaan yang awalnya hanya 20 ribu kini menjadi 80 ribu.

“Ada 75 lembar saham dengan harga 20 ribu rupiah, dalam waktu tiga bulan kami sudah bisa kembalikan saham itu,” tambahnya.

Dari hasil penjualan 170 buah tas mereka telah mengantongi pendapatan kotor sebesar Rp 24 juta. Jika ditambahkan dengan pesanan 180 tas yang masih proses produksi maka mereka akan mendapat tambahan penghasilan sebesar Rp 33 juta.

Kerja keras mereka diganjar dengan kesempatan mewakili Indonesia dalam ajang Asia Pasific Company of the Year (Apcoy) 2017 di Tokyo Jepang pada 19-23 Februari mendatang. Nantinya mereka akan bersaing dengan 19 tim perusahaan siswa dari 13 negara lain se Asia Pasifik. (vit)