Home > METRO BERITA > METRO SPORT > ISL Kian Dekat, PSIS Diminta Fokus Jalani Tiap Pertandingan

ISL Kian Dekat, PSIS Diminta Fokus Jalani Tiap Pertandingan

image
Julio Alcorse dkk diminta fokus menjalani setiap pertandingan. Foto Metrosemarang

SEMARANG – PSIS kian dekat untuk kembali bersaing di Indonesia Super League (ISL). Dengan kondisi tim yang sedang oke, tantangan terberat yang dihadapi Fauzan Fajri cs adalah mengalahkan diri mereka sendiri. Karenanya, pasukan Mahesa Jenar diminta bisa menjaga fokus dalam setiap pertandingan.

Skuad racikan Eko Riyadi masih harus merampungkan dua laga di fase 8 besar, termasuk duel melawan Persiwa Wamena di Jatidiri, Rabu (22/10) besok. Di atas kertas, PSIS tak kesulitan menundukkan satu-satunya wakil Papua itu, sekaligus mengunci tiket ke empat besar.

Duel di kandang PSS Sleman, Minggu (26/10) mendatang juga sangat krusial. Laga ini bakal menentukan status juara Grup N, sekaligus memastikan calon lawan di semifinal.

“Kami sudah semakin dekat dengan target lolos ke ISL. Tentunya tekanan juga makin berat dan saya percaya anak-anak sudah siap untuk itu. Hanya saja, saya selalu tekankan agar pemain fokus untuk menjalani pertandingan demi pertandingan,” kata Manajer Tim Wahyu ‘Liluk’ Winarto kepada Metrosemarang.com, Selasa (21/10).

Liluk menegaskan, kondisi tim saat ini sangat kondusif. Dia berharap, harmonisasi seluruh komponen tim dan manajemen bisa terus dijaga hingga target lolos ISL tercapai. “Kami dari jajaran manajemen sudah all out untuk mendukung tim. Sekarang musuh terberat adalah diri kami sendiri. Artinya sejauh mana para pemain bisa terus menjaga ambisi untuk sukses. Simpel saja, ketika bisa mencapai sukses secara tim, otomatis karir mereka sebagai pesepakbola juga ikut berkembang,” imbuh pria berbadan subur ini.

Liluk pun berusaha menjalin komunikasi yang baik dengan semua komponen yang terlibat dalam tim jawara Perserikatan 1987 itu. Tak jarang, dia berdiskusi dengan tiap personel Mahesa Jenar. “Intinya, jika ingin membentuk tim yang hebat, semua orang yang terlibat harus mau bekerja keras. Tim kami juga tidak mengenal istilah pemain utama atau cadangan, semua dalam level yang sama,” tandasnya.

Kompetisi Internal

Sementara, pelatih Eko Riyadi menilai secara teknis tidak ada masalah dalam timnya. Menurut dia, Fauzan Fajri dkk sudah banyak belajar dari pertandingan-pertandingan sebelumnya. Tim ini juga sanggup keluar dari situasi sulit, ketika sejumlah pemain harus absen dengan berbagai alasan.

“Masing-masing pemain termotivasi untuk menunjukkan kemampuan terbaik, baik saat latihan maupun tampil di pertandingan. Ini tentunya sangat bagus untuk perkembangan tim, sehingga mereka selalu siap jika dibutuhkan,” katanya.

Hingga menjelang matchday 5 babak 8 besar, lini pertahanan paling sering mengalami perombakan. Beruntung, Eko punya pemain-pemain yang bisa berperan di banyak posisi. Fauzan, Anam Sahrul, Welly Siagian, Safrudin Tahar, Taufik, Komaedi maupun Sunar Sulaiman mampu saling mengisi di saat salah satu dari mereka berhalangan tampil.

Vidi Hasiholan juga menunjukkan grafik meningkat. Begitu juga dengan Hari Nur dan Nufiandani yang selama ini lebih sering tampil dari bangku cadangan. “Inilah yang kami harapkan. Ada kompetisi yang sehat di dalam tim. Siapapun yang diberi kesempatan tampil, dia harus bisa menunjukkan kemampuan terbaik. Bukan berarti yang jadi cadangan lebih jelek, tapi kami harus menyesuaikan dengan kebutuhan tim dan lawan yang dihadapi,” beber mantan penggawa PSIS era 90 an tersebut. (*)