Home > METRO BERITA > Jadi Pembicara di KPK, Hendi Paparkan Smart City

Jadi Pembicara di KPK, Hendi Paparkan Smart City

METROSEMARANG.COM – Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, memaparkan sejumlah sistem Smart City yang sudah berjalan di kotanya dalam diskusi publik implementasi aplikasi JAGA untuk pencegahan Korupsi di Kantor KPK Jalan Rasuna Said Jakarta, Selasa (15/11). Sejumlah sistem Smart City yang dipaparkan wali kota yang akrab disapa Hendi ini, di antaranya sistem Informasi APBS online (Anggaran Pendapatan dan Belanja Sekolah) dan Sistem Informasi Tempat Tidur Rumah Sakit.

Hendrar Prihadi  Foto: metrosemarang.com/ade lukmono
Hendrar Prihadi
Foto: metrosemarang.com/dok

Seminar ini dihadiri peserta dari Sekretaris Daerah Propinsi se Indonesia, Sekjen Kementerian dan NGO seperti ICW, TII, Pattiro juga kelompok perempuan anti korupsi SPAK (Saya Perempuan Anti Korupsi) dari beberapa provinsi di Indonesia.

Hendi memaparkan kelebihan sistem informasi APBS yang bisa langsung diakses oleh masyarakat, sehingga masyarakat tahu persis mengenai anggaran belanja di sekolahnya. ”Semua harus dipaparkan kepada publik,” kata Hendi, dalam rilis Humas Pemkot Semarang yang dikirim ke metrosemarang.com.

Demikian juga dengan sistem informasi tempat tidur rumah sakit, akan memudahkan masyarakat mengetahui ketersediaan tempat tidur di rumah sakit. Di depan peserta diskusi, Hendi mengatakan Smart City tidak akan ada gunanya bila tidak mampu memberikan perbaikan pelayanan kota.

”Salah satunya dalam hal pencegahan korupsi, seperti pada APBS Online di Kota Semarang, dengan sistem ini setiap orang bisa mengetahui apakah di sekolah ada pungli atau tidak, karena anggaran setiap sekolah kita publikasikan,” kata Hendi.

Selain Hendi yang menjadi narasumber dalam diskusi itu ada Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil, yang justru menyatakan ketertarikannya pada sistem informasi tempat tidur rumah sakit milik Pemerintah Kota Semarang.

Sementara itu, Ketua KPK Agus Rahardjo mengatakan, aplikasi JAGA sendiri adalah sebuah aplikasi mobile yang dikembangkan oleh lembaganya untuk melakukan pencegahan korupsi dengan sistem keterbukaan anggaran. Aplikasi JAGA ini menjadi representasi kepedulian masyarakat dan pemerintah daerah terhadap sekolah, rumah sakit, puskesmas dan PTSP untuk menyediakan layanan dan fasilitas yang bersih dan transparan.

Setidaknya ada 4 fitur dalam aplikasi JAGA yang akan segera diluncurkan pada bulan Desember. Yaitu JAGA Sekolahku, JAGA Puskesmasku, JAGA Rumah Sakitku, dan JAGA Perizinanku.

”KPK yang mempunyai peran sebagai monitoring kebijakan pemerintah dan pencegahan korupsi memperkenalkan aplikasi JAGA yang bisa diunduh di gadget Anda, jadi nanti dengan mudah semua orang bisa mengaksesnya,” kata Agus Rahardjo. (duh)