Home > METRO BERITA > Kurikulum 2013, Jam Belajar Ditambah Tanpa Penambahan Guru

Kurikulum 2013, Jam Belajar Ditambah Tanpa Penambahan Guru

Kegiatan masa orientasi siswa (MOS) di SMA Negeri 1. Foto Metro/dok
Kegiatan masa orientasi siswa (MOS) di SMA Negeri 1. Foto Metro/dok

SEMARANG – Dalam penerapan kurikulum 2013 tahun ini, jam belajar siswa ditambah. Dua jam pelajaran untuk siswa sekolah dasar dan empat jam untuk siswa sekolah menengah pertama, dan dua jam untuk siswa sekolah menengah atas. Kemungkinan yang terjadi adalah kurangnya jumlah guru.

Di Kota Semarang ada kekurangan guru terutama untuk mata pelajaran Pendidikan Jasmani, Pendidikan Kewarganegaraan dan Pendidikan Agama. Hal itu menyusul penerapan kurikulum 2013 tersebut.

Namun hingga saat ini Kota Semarang belum mendapat penambahan guru. Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang, Bunyamin mengatakan, sementara pihaknya akan melakukan optimalisasi tenaga guru yang ada. Caranya, dengan mengoper guru di sekolah tertentu yang belum penuh jam mengajarnya. “Minimal jam mengajar 24 jam sepekan, maksimalnya 40 jam. Yang belum penuh jam mengajarnya, bisa dioper ke sekolah lain. Dinas yang akan mengatur,” kata Bunyamin.

Saat ini, pihaknya sedang melakukan pendataan sekolah-sekolah mana yang membutuhkan penambahan guru. Sebagai catatan, Bunyamin menegaskan bahwa kendati dioper, namun mengajarnya harus linier. Artinya, harus sesuai dengan mata pelajaran dalam dokumen sertifikasi. “Kalau tidak linier, nanti tidak bisa cair tunjangan sertifikasinya,” ujar Bunyamin.

Ihwal tambahan guru, Dinas Pendidikan sudah memberikan data kekurangan kepada Badan Kepegawaian Daerah (BKD). “Selanjutnya, itu kewenangan BKD. Di musim rekrutmen pegawai negeri sipil tahun ini, berapa jumlah tenaga guru yang akan dijaring, itu masuk ranah BKD. Kami hanya berikan data saja,” pungkas Bunyamin. (MS-06)