Home > METRO BERITA > Jaminan Ketenagakerjaan Kini Menyasar Pekerja Informal di Semarang

Jaminan Ketenagakerjaan Kini Menyasar Pekerja Informal di Semarang

METROSEMARANG.COM – Program jaminan sosial ketenagakerjaan tak hanya menyasar para pekerja formal saja. Saat ini, para buruh informal juga mendapat kartu jaminan sosial yang mampu menanggung keselamatan kerja mereka.

Pegawai BPJS melayani peserta BPJS saat Hari Kartini, Kamis (21/4). Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto
Pegawai BPJS melayani peserta BPJS saat Hari Kartini, Kamis (21/4). Foto: metrosemarang.com/dok

Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Majapahit Semarang, Yosef Rizal menginginkan semua pekerja informal mendapatkan kartu BPJS agar keselamatan kerja mereka terjamin.

“Pada tahun ini, saya ingin menyasar ke semua pekerja informal karena mereka harus sadar bahwa ikut BPJS Ketenagakerjaan sangat bermanfaat bagi kehidupan keluarganya,” kata Yosef kepada metrosemarang.com, Kamis (28/7).

Untuk sementara ini, kata dia, kartu jaminan ketenagakerjaan telah menjangkau kepada tukang sate, tukang ojek, loper-loper koran dan ia ingin para pekerja lepas juga dapat BPJS. “Bahkan, Gojek akan kita ajak ikut BPJS. Sebab, kartu ini bermanfaat bagi semua pekerja,” ujarnya lagi.

Kini, BPJS Ketenagakerjaan Majapahit mengcover kepesertaan dari Demak dan empat kecamatan di Semarang Genuk, Pedurungan, Semarang Selatan dan Gayamsari.

Ia menyatakan BPJS merupakan program menguntungkan bagi semua pekerja. Tiap pekerja, menurutnya boleh ikut mandiri maupun kolektif. Namun sayangnya, selama ini banyak pekerja yang belum tersentuh layanan tersebut.

“Belum terbangun pola pikir bahwa BPJS ini sebuah kebutuhan bagi masyarakat. Akibatnya, banyak yang belum dapat BPJS,” bebernya.

Ia menyebut dengan hanya membayar Rp 16.500 atau setara dengan secangkir kopi, maka pekerja sudah dapat jaminan keselamatan selama bekerja.

“Yang ditanggung nanti jaminan kecelakaan dan keselamatan kerja. Santunannya mencapai 48 kali gaji atau sama dengan Rp 48 juta,” bebernya.

Unggul Syafian Kabid Pemasaran BPJS Majapahit menambahkan tiap hari ada 70 pekerja yang mendaftar di kantornya. Rata-rata mereka dari pekerja informal.

Di Majapahit sendiri, terdapat sebanyak 1.416 perusahaan dengan jumlah 69. 924 pekerja. Dari jumlah itu, 10 ribu jiwa tercover jaminan kecelakaan kerja dan 6.800 jaminan yang lainnya. Jumlahnya naik 15 persen dari tahun lalu di periode yang sama. 10 ribu kecelakaan kerja dan 6800 jaminan. (far)