Home > METRO BERITA > Jaringan Internet Dijadikan Cara Perekrutan Teroris Masa Kini

Jaringan Internet Dijadikan Cara Perekrutan Teroris Masa Kini

METROSEMARANG.COM – Kepala Pusat Latihan Anti Teror Indonesia Semarang, AKBP Surya Putra, mengungkap pola baru perekrutan jaringan terorismg terus mengalami pola perubahan yang semakin terbuka.

Foto: metrosemarang.com/khoiruddin muhammad
Foto: metrosemarang.com/khoiruddin muhammad

Melalui jaringan international network (Internet), metode perekrutan sekaligus cuci otak ini dilakukan dengan adanya situs-situs yang menyediakan konten glorifikasi pelaku teror. Internet juga dimanfaatkan jaringan terorisme untuk fai alias pendanaan. Cyber fai inilah yang patut diwaspadai.

“Sekarang ini terjadi perubahan metode perekrutan, media sosial jadi sarananya,” ungkap Surya yang juga dikenal pelatih Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri dalam acara Focus Group Discussion (FGD) dengan tema Kupas Tuntas Akar Radikalisme dan Terorisme di Indonesia Serta Strategi Penanggulangan ISIS Melalui Kontra Radikal dan Deradikalisasi Dalam Rangka Mewujudkan Stabilitas Kamtibmas di Kota Semarang, Rabu (20/7).

Dia mencontohkan, ketika Imam Samudra melancarkan aksi Bom Bali 1 pada 2002 silam, kemudian membuat beberapa tulisan soal aksinya. Tulisan yang menggelorakan jihad, di-blow up di internet. DariĀ  glorifikasi teror di dunia maya ini juga mempengaruhi orang yang akhirnya beraksi sendirian (teroris mandiri).

“Seperti Muchamad Syarif pelaku bom bunuh diri di masjid Mapolres Cirebon sebelum Shalat Jumat (4 April 2011). Dia radikal dan tidak ada jaringannya. Ini yang paling sulit diungkap, istilahnya The Lone Wolf,” katanya.

Sementara itu, pengajar Universitas Indonesia yang juga pengamat terorisme, Muhamad Nasir alias Nasir Abas, mengatakan salah satu tujuan jaringan teroris menggelorakan teror di dunia maya adalah mencari dukungan dalam rangka propaganda pemerintahan.

“Media sosial jadi alat untuk mencari simpatisan,” kata mantan Komandan Mujahidin Indonesia Timur dan anggota Jamaah Islamiah ini. (din)