Home > METRO BERITA > METRO SPORT > Jatidiri Mulai Dibongkar, PSIS Ancang-ancang Cari Kandang Baru

Jatidiri Mulai Dibongkar, PSIS Ancang-ancang Cari Kandang Baru

METROSEMARANG.COM – PSIS mulai mempertimbangkan untuk pindah home base selama proses pengerjaan renovasi Stadion Jatidiri. Tapi, opsi tersebut menjadi pilihan terakhir dan baru akan diputuskan setelah berkomunikasi dengan kelompok suporter.

Alat berat mulai merobohkan tembok tribun selatan Stadion Jatidiri. Foto: metrosemarang.com/tri wuryono
Alat berat mulai merobohkan tembok tribun selatan Stadion Jatidiri. Foto: metrosemarang.com/tri wuryono

Tahap pertama proyek renovasi Stadion Jatidiri sudah mulai digarap dengan merombak tribun bagian selatan. Kamis (11/8) sore tadi, dua alat berat terlihat mulai merobohkan tembok tribun yang biasa diisi kelompok suporter Panser Biru tersebut.

Sesuai rencana awal, renovasi tahap pertama hanya menambah kapasitas tribun selatan dan utara tanpa menyentuh area lapangan stadion yang menjadi home base PSIS. Namun demikian, proyek ini tetap berpotensi mengganggu aspek finansial klub.

“Saat ini tribun selatan sudah pasti tidak bisa digunakan. Semua akses masuk juga sudah ditutup. Kondisi ini tentu saja akan mengurangi pendapatan panpel,” kata Manajer Tim PSIS, Wahyu ‘Liluk’ Winarto.

Kapasitas tribun selatan, menurutnya bisa menampung sekitar 4-5 ribu penonton. Dengan asumsi harga tiket Rp 20 ribu, maka bisa dipastikan pemasukan PSIS bakal berkurang Rp 80-100 juta setiap pertandingan.

Meski masih bisa menggunakan stadion berkapasitas 21 ribu kursi itu, PSIS juga mulai ancang-ancang mencari alternatif lain sebagai kandang baru Mahesa Jenar. “Sejauh ini belum ada wacana seperti itu (pindah kandang), tapi, kemungkinannya tetap ada. Kami akan melihat situasinya dalam beberapa pekan ke depan,” imbuhnya.

Sebagai solusi sementara, Panser Biru akan bermigrasi ke tribun timur yang biasa dibanderol Rp 25 ribu. “Untuk ticketing tentunya masih akan kami komunikasikan terlebih dulu dengan kawan-kawan suporter, apakah perlu dinaikkan atau tetap,” beber mantan Ketua Panpel ini.

Jika terpaksa pindah markas, kata dia, pihaknya akan mencari stadion yang tidak terlalu jauh dari Semarang. “Bisa saja di Kendal, Ungaran atau Stadion Citarum. Tentunya kami juga harus berhitung untung ruginya,” ujarnya.

Untuk diketahui, renovasi Stadion Jatidiri semula dijadwalkan bakal digarap mulai April 2016. Pembangunan akan dimulai dengan menambah kapasitas tribun utara dan selatan yang diperkirakan menyedot anggaran sebesar Rp 28,5 miliar.

Kedua tribun tersebut nantinya tidak akan dibongkar. Pembangunan dilakukan dengan menambah dua tingkat di bagian luar stadion.

Ketua Komisi E DPRD Provinsi Jateng, Yoyok Sukawi mengatakan, proyek renovasi Stadion Jatidiri bakal dilakukan secara bertahap. Untuk tahap pertama, kata dia, dianggarkan dana Rp 28,5 miliar. Sedangkan total dana untuk renovasi keseluruhan bisa mencapai Rp 250 miliar lebih dan nantinya daya tampung Stadion Jatidiri bisa mencapai 40-60 ribu penonton.

Sebelumnya, PT Widha selaku pemenang lelang penyusunan detail engineering design (DED) Stadion Jatidiri memberikan estimasi bahwa biaya pembangunan dengan penambahan kapasitas penonton, perbaikan lapangan dan lampu mencapai Rp 245.120.000.000. Rinciannya, area lapangan sekitar Rp 34 miliar, penambahan tribun sekitar Rp 176 miliar dan pekerjaan non standar pada gedung sekitar Rp 56 miliar.

Pada 20 Agustus mendatang, PSIS dijadwalkan menjamu PSIR Rembang di lanjutan Indonesia Soccer Championship (ISC) B. Sepekan kemudian, Johan Yoga dkk juga akan kedatangan PPSM Sakti Magelang. (twy)