Jejak Spiritual Soen An Ing di Tengah Kompleks Sunan Kuning

ANGIN berhembus semilir saat dua pria sedang memperbaiki gapura Tempat Pemakaman Umum di puncak Bukit Argorejo, Kampung Taman Sri Kuncoro, Semarang, pada Senin siang (5/3).

Seorang pengunjung sedang mengintip lokasi makam Soen An Ing yang berada di tengah Kompleks Sunan Kuning. Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto

Kedua tangan mereka sibuk menambal atap yang bocor serta memoles tembok-tembok yang mengelupas.

Menurut Siti Qomariyah, seorang warga RT 06/RW II, Kampung Taman Sri Kuncoro, belakangan ini warga disibukkan untuk mempersiapkan acara peringatan haul seorang ulama besar berdarah Tionghoa bernama Soen An Ing. Lokasi makam Soen An Ing berada di tengah kompleks pekuburan tersebut.

“Sudah dua kali haul Soen An Ing digelar di sini. Yang pertama tiga bulan lalu dan kedua nanti pada Sabtu 11 Maret, kemungkinan yang datang lebih ramai lagi,” kata ibu lima anak itu, saat ditemui metrosemarang.com.

Qomariyah sendiri mengaku dipasrahi menjaga kuburan Soen An Ing sepeninggal suaminya. Menjelang haul, Qomariyah lebih banyak menghabiskan waktunya dengan membersihkan lokasi makam serta menebangi ranting-ranting pohon yang mengotori bangunan makam.

Walau makam Soen An Ing berdekatan dengan kompleks lokalisasi Sunan Kuning, namun ia tetap mendukung adanya penyelenggaraan haul pada Sabtu nanti. “Biar tambah ramai,”.

Sebab, Qomariyah mengatakan jumlah pengujung makam Soen An Ing semakin berkurang. Pada momentum tertentu, hanya ada segelintir orang berdoa di depan makam.

“Peziarah biasanya berdoa minta pelarisan, naik pangkat, puter giling kekuatan, sampai minta kelimpahan rezeki,” tuturnya, seraya menambahkan bila umumnya peziarah menyambangi makam Soen An Ing tiap Kamis Wage, Jumat Kliwon, Sabtu Legi, Minggu Legi, Senin Pahing, Jumat Pahing, Sabtu Pon maupun Minggu Wage.

Sedangkan, Sayem, Ketua RT 06/RW II, Kampung Sri Kuncoro, memastikan haul Soen An Ing yang diinisiasi oleh petinggi Penerbad Semarang tersebut nantinya akan mengundang tak kurang 100 tamu undangan.

Tamu undangan juga mencakup Camat Semarang Barat, Lurah Kalibanteng Kulon, Wali Kota Hendrar Prihadi serta ratusan warga setempat termasuk para pemilik wisma.

“Sesuai kesepakatan warga setempat dan Penerbad, haul Soen An Ing bertujuan untuk membangkitkan nilai sejarah yang ada di kawasan Sunan Kuning kuning. Biar orang-orang tahu bahwa Sunan Kuning itu bukan hanya lokalisasi, tetapi ada pula makamnya seorang waliyullah yang patut mendapat perhatian lebih dari pemerintah,” urainya.

Ia pun berharap adanya acara haul bisa memunculkan wisata religi layaknya petilasan Cheng Ho yang jadi daya tarik wisatawan dunia setelah dipercantik menjadi sebuah klenteng.

“Inginnya warga ya seperti itu. Kalau Cheng-Ho saja bisa menarik banyak pengunjung, kenapa Soen An Ing tidak,” tutupnya. (fariz fardianto)

Comments are closed.