Home > METRO BERITA > Jelang Idul Adha, Sapi Pemakan Sampah Dijual ke Luar Semarang

Jelang Idul Adha, Sapi Pemakan Sampah Dijual ke Luar Semarang

METROSEMARANG.COM – Menjelang perayaan Idul Adha 1436 Hijriyah, sejumlah fakta mengejutkan muncul di area TPA Jatibarang Semarang. Belasan bahkan puluhan sapi yang biasanya dibiarkan berkeliaran di kawasan pembuangan sampah, kini dijual ke beberapa daerah.

Sapi dari TPA Jatibarang justru dijual ke luar Semarang. Foto: metrosemarang.com/dok
Sapi dari TPA Jatibarang justru dijual ke luar Semarang. Foto: metrosemarang.com/dok

Meski begitu, Ahmad Anwar, peternak sapi di TPA Jatibarang mengaku tak tahu apakah sapi-sapi piaraannya akan dijadikan hewan kurban atau tidak ketika sampai ke tangan pembeli.

“Ndak, ndak laku. Ndak tahu (kenapa), padahal sapi di sini lebih gemuk ketimbang sapi yang dijual di pasaran,” ujar Anwar, Jumat (2/9) siang.

Ia berdalih, para pembeli biasanya lebih suka memesan sapi ternaknya untuk dikonsumsi pribadi. “Biasanya yang ke sini buat potong biasa,” cetusnya.

Sedangkan, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Dispertan) Semarang, Rusdiana mengklaim sejauh ini umat Muslim enggan membeli sapi sampah karena makanan yang dikonsumsinya tergolong tidak sehat.

Atas kondisi itulah, ia berjanji tak akan mau mengeluarkan izin pemotongan bila ditemukan sapi-sapi yang memakan barang berbahaya. “Kami dari Dinas Pertanian tidak pernah akan mengeluarkan surat keterangan sehat hewan,” jelasnya.

Ia pun menyatakan penjualan sapi pemakan sampah Jatibarang merupakan tindakan yang ilegal dan membahayakan kesehatan masyarakat. Namun, salah satu opsi yang dapat dilakukan agar sapi itu layak dikonsumsi yaitu dengan mengandangkan selama tiga bulan sebelum dijual bebas. (far)