Home > METRO BERITA > METRO JATENG > Jelang Penetapan UMP Jateng, Ganjar Didemo Buruh Migas

Jelang Penetapan UMP Jateng, Ganjar Didemo Buruh Migas

METROSEMARANG.COM – Gelombang unjuk rasa untuk mendesak Gubernur Ganjar Pranowo menegakan UU Nomor 13 Tahun 2003 terus bermunculan di Jawa Tengah. Di Semarang, puluhan pekerja industri migas yang tergabung dalam Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI) menggeruduk kantor Gubernur Ganjar yang ada di Jalan Pahlawan, Senin (31/10).

Gubernur Ganjar Pranowo berbaur bersama buruh saat peringatan May Day 2016 di Kawasan Industri Wijayakusuma, Semarang, Minggu (1/5). Foto: metrosemarang.com/dok
Gubernur Ganjar Pranowo berbaur bersama buruh saat peringatan May Day 2016 di Kawasan Industri Wijayakusuma, Semarang, Minggu (1/5). Foto: metrosemarang.com/dok

Ketua KASBI FSB Migas Cepu, Agung Pujo bahkan terpantau terjun langsung ke Jalan Pahlawan untuk memimpin rekan-rekannya menggeruduk kantor Gubernur Ganjar.

Agung awalnya mengumpulkan rekan-rekan buruhnya di depan Masjid Baiturrahman di seputaran Simpang Lima. Lalu bergerak secara sporadis menuju kantor gubernuran.

Ia mengaku kecewa dengan Ganjar karena tak dilibatkan dalam penetapan UMP 2017. Alih-alih merangkul para buruh, ia menganggap Ganjar justru mengabaikan nasib buruh migas yang selama ini jadi penopang pendapatan kasda di Jateng.

Karena itulah, ia mendesak Pemprov Jateng menetapkan UMP sesuai UU Nomor 13 Tahun 2003. “Apapun itu Gubernur punya wewenang untuk melakukannya,” tegasnya.

Ia pun menolak pemberlakuan PP Nomor 78 Tahun 2015 tentang
Pengupahan yang baru saja ditetapkan pemerintah. Menurutnya, PP 78 tidak memihak kaum buruh. “PP 78 juga melanggar konstitusi,” katanya.

PP Nomor 78 Tahun 2015, hanya mengatur formulasi pengupahan angka inflasi dan pertumbuhan ekonomi yang dikeluarkan BPS.

Dengan kata lain, ia berpendapat sistem pengupahan itu mengabaikan survei harga sembako setiap tahun yang menjadi patokan komponen hidup layak (KHL) seperti yang ada dalam UU Nomor 13 Tahun 2003. (far)