Home > METRO BERITA > Jenazah Empat Terduga Teroris Tuban akan Dipulangkan Siang Ini

Jenazah Empat Terduga Teroris Tuban akan Dipulangkan Siang Ini

METROSEMARANG.COM – Sebanyak empat jenazah terduga teroris yang ditembak mati di Kabupaten Tuban, Jawa Timur siang ini, Selasa (11/4), rencananya dipulangkan ke Jawa Tengah. Pemulangan jenazah dikawal ketat pihak kepolisian Polda Jatim yang dibantu aparat Polda Jateng dan pihak keluarga.

Riski dan mendiang istrinya saat menikah tahun 2016. Foto: metrosemarang.com/dok

Keempat jenazah yang dimaksud atas nama Riski Rahmat warga Jalan Kerapu Kelurahan Kuningan Semarang Utara, Satria Aditama warga Jalan Taman Karonsih II Ngaliyan, Yudhistira Rostriprayogi warga Desa Cepokumulyo, Gemuh, Kendal dan Endar Prasetyo warga Dukuh Limbangan, Tersono, Batang.

Informasi pemulangan para jenazah terduga teroris itu disampaikan oleh Mutiah, ibunda Riski Rahmat saat ditemui metrosemarang.com di rumahnya.

Untuk mengawal proses pemulangan jenazah anaknya, Edi Supriyanto, suaminya saat ini sedang dalam perjalanan dari Surabaya.

“Suami saya lagi perjalanan pulang ke sini, kemungkinan besar jenazahnya tiba siang hari ini, Mas,” ungkap Mutiah.

Saat ini, ia mengatakan telah merampungkan proses pencocokan identitas termasuk tes DNA untuk memastikan ciri-ciri fisik jenazah anaknya. “Itu memang identik dengan anak saya. Jenazahnya nanti paling dibawa ke RS Bhayangkara dulu lalu dipulangkan ke sini,” sergahnya.

Riski yang berusia 22 tahun itu sempat menikah dengan perempuan asal Demak dan dikaruniai seorang anak laki-laki berusia 9 bulan bernama Satria Alvino Rahmat. Namun sayangnya, istrinya meninggal usai proses persalinan di rumah sakit.

Sebelum masuk dalam jaringan radikal Jamaah Ansoruh Daulah (JAD), Riski saban hari bekerja sebagai pengelas kapal di Pelabuhan Tanjung Emas.

Perubahan perilakunya sangat mencolok tatkala melihat sang kakak meninggal dunia. Dari sebelumnya doyan menenggak minuman keras dan berfoya-foya di tempat karaoke, Riski seketika berubah taat beribadah dan kerap menonton rekaman perang jihadis.

“Sering ngaji dan baca buku-buku agama. Pokoknya berubah drastis setelah kakaknya meninggal tahun lalu,” katanya.

“Kalau saya beberapa kali melihat dia dikirimi paketan video yang berisi rekaman perang yang melibatkan kaum Muslim di Timur Tengah. Selain itu dia juga sempat diusir warga dari masjid gara-gara arah kiblatnya berbeda dengan lainnya,” timpal Jayadi, tetangga Riski di Jalan Kerapu Kelurahan Kuningan Semarang Utara.

Saat ini polisi dan beberapa aparat TNI telah memperketat penjagaan di rumah duka. Terpal biru telah terpasang di depan rumahnya. Pun demikian dengan warga setempat yang terus berdatangan untuk menyampaikan belasungkawa kepada pihak keluarga. (far)

Yuk, Berbagi Informasi

Bagikan Artikel Ini. Klik ikon di bawah.
close-link