Home > METRO BERITA > METRO GAYA > Jomblo Bukanlah Kutukan

Jomblo Bukanlah Kutukan

ilustrasi
ilustrasi

UNGKAPAN jomblo bagi sebagian orang seolah merupakan ejekan. Mereka terlihat marah saat disebut jomblo.Padahal jomblo bukanlah kutukan. Bukan pula hinaan meski terdengar nyinyir dan sedikit mengejek.Tapi percayalah, jomblo hanyalah ungkapan. Sebuah kiasan untuk menggambarkan orang-orang yang belum memiliki kekasih meski usianya sudah cukup untuk itu.

Jomblo dari arti katanya merupakan bahasa gaul untuk menggambar kesendirian mereka selama ini. Sendiripun bukan berarti tidak laku. Bahkan mungkin tepatnya, belum laku.

Toh, remaja dan muda-mudi yang jomblo, tidak selalu tidak laku. Bisa jadi mereka memang memilih tidak berpasangan dengan berbagai alasan.

Bisa karena memang belum ingin punya kekasih, masih ingin menikmati masa lajang, tidak ingin diganggu dengan ikatan atau karena memang belum mampu berkomitmen. Atau yang paling parah, adalah sudah ‘nembak’ cewek berkali-kali tapi belum juga diterima, atau sebaliknya.

Yang jelas, jomblo sekali lagi bukan kutukan. Banyak alasan untuk mengungkapkan status ini di tengah kesendirian.“Yang berpasangan belum tentu bisa sebahagia ini.” Atau juga alasan, “Saya tidak ingin diatur dan dibatasi oleh pasangan. Saat jomblo, bebas bermain dengan siapa saja, kemana saja.”

Yang jomblo maupun yang berpasangan, masing-masing tentu punya alasan, dan kita harus dapat menghormatinya. Akan tetapi jika memang jomblo diakibatkan karenanya ada penolakan dari lawan jenis, harus dicari solusinya, apakah memang cara nembak yang kurang tepat, atau karena faktor lain seperti performa, rasa percaya diri atau karena faktor lain.

Karena yang jelas, jomblo bukan kutukan, bukan pula hinaan atau ejekan. Jomblo adalah kemerdekaan untuk memilih, ingin sendiri atau berpasangan.

Selamat memilih!

(Gus Wahid)

*artikel ini juga dapat anda dapatkan melalui akun twitter @cintadanromansa