Home > METRO BERITA > PILWAKOT SEMARANG > JPPR Pertanyakan Hasil Audit Dana Kampanye Peserta Pilwakot Semarang

JPPR Pertanyakan Hasil Audit Dana Kampanye Peserta Pilwakot Semarang

Hendi-Ita ditetapkan sebagai Paslon Terpilih oleh KPU Kota Semarang, Selasa (22/12). Foto: metrosemarang.com/dok
Hendi-Ita ditetapkan sebagai Paslon Terpilih oleh KPU Kota Semarang, Selasa (22/12). Pasangan pemenang Pilwakot Semarang 2015 ini hanya mengeluarkan dana kampanye sebesar Rp 995 juta. Foto: metrosemarang.com/dok

METROSEMARANG.COM – Berdasarkan analisis hasil audit oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) mengenai Laporan Penerimaan dan Pengeluaran Dana Kampanye (LPPDK) dalam Pilwakot Semarang, menyatakan bahwa ketiga pasangan calon (Paslon) yang berkontestasi dinyatakan wajar. Hal itu berdasarkan surat hasil pemeriksaan asersi dari ketiga KAP yang ditunjuk Komisi Pemiliham Umum (KPU) Kota Semarang untuk masing-masing Paslon.

Untuk Paslon pemenangan Pilwakot Semarang, Hendrar Prihadi dan Hevearita dalam laporannya mengeluarkan dana kampanye Rp 995.275.400. Jumlah ini berbeda dengan temuan Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR) yang mencatat dana sebesar Rp 1.343.975.000.

Kendati lumayan signifikan, LPPDK dari Hendi-Ita sudah dinilai wajar oleh PAK dari Auditor Tarmizi Achmad yang beralamatkan di Jalan Dewi Sartika Raya 7, Perum Undip Sukorejo Kota Semarang. Hal ini juga menimbulkan ketidakpuasan dari JPPR Kota Semarang lantaran hasil audit tidak dipaparkan secara detil, yakni hanya menampilkan wajar atau tidak wajar terkait LPPDK yang diajukan Paslon ke KPU.

“Sebenarnya kami ingin hasil audit tersebut dipaparkan secara rinci. Kalau seperti ini, terkesan kurang transparan. Ya, mungkin saja SOP dari KAP memang hanya memberikan gambaran umum seperti ini atau bagaimana, saya kurang tahu,” kata Koordinator JPPR Kota Semarang, Yedi Permana, Rabu (6/1) sore.

Selain itu, KAP juga diminta melakukan kajian lebih detil apakah wajar pihak Paslon mengeluarkan dana yang dilaporkan, mengingat jumlahnya sangat rendah dan signifikan bila dibandingkan data riil kebutuhan di lapangan. (ade)