Home > Berita Pilihan > Jual Sabu sampai Pelosok Desa, Dua Pengedar Ditangkap BNN Jateng

Jual Sabu sampai Pelosok Desa, Dua Pengedar Ditangkap BNN Jateng

METROSEMARANG.COM – Tim Pemberantasan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah menggagalkan transaksi narkoba jenis sabu yang coba dilakukan dua pria di Kaligawe. Petugas mengamankan kedua pria tersebut, Awiyanto dan Muhamad Fauzi, tepatnya di seberang Rumah Sakit Islam Sultan Agung Semarang.

BNNP Jateng menunjukkan barang bukti sabu yang diamankan dalam penggerebekan di Kaligawe. Foto: metrosemarang.com/efendi mangkubumi

Penangkapan tersebut berawal dari pengintaian yang dilakukan di sekitar lokasi kejadian pada Minggu (27/8) kemarin. Sekira pukul 21.00, petugas mendapati seorang Fauzi melakukan tindak mencurigakan meletakkan sesuatu di bawah rambu lalu lintas di samping sungai kaligawe.

Setelah itu ia mengawasi dari seberang jalan. Sekira 30 menit berlalu, datanglah Awiyanto yang kemudian mengambil barang tersebut.

“Tim Bidang pemberantasan BNNP Jateng kemudian melakukan penangkapan terhadap orang tersebut (Awiyanto),” ujar Kepala BNNP Jateng, Brigjen Pol Tri Agus Heru Prasetyo , Selasa (29/8).

Saat dilakukan penangkapan, Awiyanto didapati membuang barang bukti tersebut ke sungai. Kemudian petugas melakukan pencarian dengan menyelami sungai yang penuh dengan limbah tersebut sebanyak dua kali.

Pencarianpertama tidak menghasilkan apapun karena minimnya penerangan, lalu pada pencarian kedua baru bisa ditemukan setelah adanya penerangan yang cukup. Sabu sebanyak 25 gram ditemukan dalam bungkusan rokok.

Setelah itu dilakukan pemeriksaan oleh petugas dan diketahui sabu tersebut rencananya akan diedarkan di pedesaan di Kabupaten Pati seperti Dusun Kembang, Dukuhseti, Kedawung, dan Puncel. Beberapa juga akan diedarkan ke wilayah Kabupaten Jepara.

Setelah menangkap Awiyanto, petugas juga meringkus Muhamad Fauzi yang saat itu mengawasi dari seberang jalan. Tak hanya itu, petugas juga melakukan pengembangan dengan menggeledah rumah milik Fauzi di Jalan Bedas Utara No. 234 Kelurahan Dadapsari, Semarang Utara. Saat itu petugas menemukan barang bukti sabu seberat 275 gram yang disimpan di dalam safety box yang diamankan dengan sandi rahasia.

“Kemudian kami menyuruh MF (Muhamad Fauzi) untuk membuka safety box tersebut dan ditemukan sabu serta dua buah timbangan yang digunakan untuk menakar sabu setiap akan dilakukan transaksi,” imbuh Tri Agus.

Dari pengakuan Fauzi, ia dikendalikan oleh seorang penghuni lembaga pemasyarakatan di Sragen bernama Amirul Huda. Setelah itu petugas berkoordinasi dengan Kanwil Kemenkumham Jateng untuk mengamankan Huda beserta alat komunikasi yang digunakan untuk mengendalikan Fauzi.

Atas perbuatan tersebut, mereka kini dijerat dengan UU No. 35 tahun 2009 Pasal 112. 114, 132 dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun penjara dan maksimal hukuman mati. (fen)