Home > METRO BERITA > METRO SPORT > Julio Alcorse: Belum Pikirkan Gelar Top Skor

Julio Alcorse: Belum Pikirkan Gelar Top Skor

image
Julio Alcorse. Foto Metrosemarang/MS-01

JULIO Alcorse pantas dinobatkan sebagai man of the match saat PSIS menghempaskan PSGC Ciamis, Sabtu (18/10). Dua gol yang diborong striker berpaspor Argentina ini mampu menutupi kegagalannya mengeksekusi sepakan penalti di babak kedua. Kini, dengan 13 gol yang sudah dikoleksi, Alcorse menjadi salah satu kandidat top skor Divisi Utama musim ini.

Performa yang diperlihatkan Alcorse di pertandingan melawan Ciamis tersebut seolah menjadi bukti bahwa dirinya belum siap digusur oleh Hari Nur Yulianto sebagai bomber utama Mahesa Jenar. Pemain jebolan akademi Boca Junior ini bermain cukup efektif, setidaknya di paruh pertama.

Ketenangannya saat mengeksekusi penalti ala Antonin Panenka juga membuktikan kualitas Alcorse yang pernah malang melintang di level Eropa. Sayang, eks Persijap itu gagal melengkapi pesta kemenangan PSIS dengan torehan hattrick. Dia gagal menuntaskan hadiah penalti kedua yang diberikan wasit pada pertandingan itu. Sepakannya melambung tinggi di atas mistar.

Tambahan dua gol tersebut makin mendekatkan Alcorse dengan pemuncak daftar top skor sementara Yao Rudi Abblode. Striker Persiwa Wamena itu sudah mengemas 17 gol atau empat gol lebih banyak ketimbang Alcorse.

Sekalipun punya peluang menggeser Yao, pemilik nama lengkap Julio Cesar Alcorse ini mengaku tak terlalu memikirkan gelar top skor. Dia hanya ingin fokus membantu PSIS meraih kemenangan.

“Saya tak suka pasang target. Sebagai striker, tugas saya hanya cetak gol dan membantu tim meraih kemenangan. Percuma kalau saya bisa cetak gol tapi PSIS kalah,” katanya.

Meski dianggap kerap membuang peluang, kontribusi yang diberikan Alcorse kepada PSIS sepanjang musim ini juga tak bisa dipandang sebelah mata. Peran sebagai striker tunggal dalam formasi 4-2-3-1 mampu dijalankan dengan cukup baik. Julio bukan saja menjadi goal getter, tapi juga sebagai tembok di lini depan PSIS untuk membuka ruang buat pemain lain.

Alasan itu juga yang membuatnya tetap dipertahankan selama 90 menit saat meladeni PSGC yang cukup bagus memainkan jebakan offside. “Alcorse sengaja kita pertahankan, dengan harapan pemain-pemain gelandang bisa muncul dari lini kedua,” tutur asisten pelatih PSIS Dwi ‘Londo’ Setiawan.

Alcorse memang tak sekekar dan seliar pendahulunya Emanuel de Porras. Tapi, penempatan posisinya nyaris sempurna. Dengan performa apik yang diperlihatkan Alcorse, bolehlah penggila bola Semarang berharap gol demi gol terus dihasilkan dari kaki dan kepalanya untuk mementaskan PSIS ke ISL. (*)