Home > METRO BERITA > Kagumi Soekarno, Pasukan PBB asal Indonesia Disambut Baik oleh Tokoh Muslim Mali

Kagumi Soekarno, Pasukan PBB asal Indonesia Disambut Baik oleh Tokoh Muslim Mali

METROSEMARANG.COM – Satu lagi negara Afrika yang menyatakan kekagumannya terhadap Presiden Pertama Indonesia, Ir Soekarno. Ratusan pasukan dari Skadron 31 Serbu Semarang yang bergabung dengan Satgas Helikopter TNI dari kontingen Garuda XXXVII-A baru-baru ini dilaporkan mendapat sambutan istimewa dari rakyat Republik Mali di Afrika Barat.

Prajurit Penerbad disambut usai bertugas di Mali. Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto
Prajurit Penerbad disambut usai bertugas di Mali. Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto

Rakyat Mali, yang notabene memeluk agama Islam sangat menghormati sosok Soekarno. Mereka bahkan menggelar jamuan spesial tatkala pasukan perdamaian PBB dari Kontingen Garuda hendak pulang ke Tanah Air.

“Kita diuntungkan dengan situasi sosial di sana, mereka begitu baik kepada kita, karena mereka sangat mengenal sosok Presiden Soekarno ditambah lagi mereka senang dengan keramahtamahan kita sebagai orang Indonesia,” kata Mayor Korp Penerbad Semarang Yakti Raharjo, seorang komandan Pasukan Perdamaian PBB dari Skadron 31 Serbu Semarang, Kamis (24/11).

Yakti mengatakan tak mudah untuk bertahan hidup di wilayah Mali. Selama 18 bulan atau sekitar setahun lebih bertugas mengamankan wilayah Mali, ia mengaku banyak pasukan PBB yang tumbang karena jadi sasaran tembak para pemberontak setempat.

Penyambutan prajurit Penerbad, Rabu (23/11). Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto
Penyambutan prajurit Penerbad, Rabu (23/11). Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto

Dalam sejarahnya, dari pihak Indonesia bahkan jatuh korban paling banyak. Tak hanya itu saja, katanya. Selain itu mayoritas daerah Mali juga dikelilingi padang Gurun Sahara sehingga punya cuaca yang sangat ekstrem.

“Tapi, masyarakat adat muslim yang ada di Mali sangat menghargai kita dan memberikan jamuan istimewa saat kita datang maupun pulang ke Indonesia. Karena kita dianggap berperilaku sopan di sana. Itu salah satu pengalaman berharga kita selama berada di Mali,” ungkapnya, seraya menambahkan bahwa, dirinya baru pertama kali mendapat mandat tugas mengamankan sebuah negara dari serangan pemberontak. Di negara tersebut, ia memimpin 140 pasukan helikopter serbu. (far)