Beranda METRO BERITA KAI Perbaiki Jalur Perlintasan di Daerah Rawan Banjir dan Longsor

KAI Perbaiki Jalur Perlintasan di Daerah Rawan Banjir dan Longsor

BERBAGI

METROSEMARANG.COM – PT Kereta Api Indonesia (KAI) telah menuntaskan perbaikan jalur perlintasan yang ada di lokasi rawan longsor dan banjir. Perbaikan dimulai dari Stasiun Lebak Jero Nagreg Bandung-Tasikmalaya, kemudian di titik Stasiun Semarang Tawang-Alastua, Kedungjati dan yang terakhir di Porong Sidoarjo, Jawa Timur.

Kondisi perlintasan kereta api di Stasiun Tawang. PT KAI mengebut perbaikan perlintasan di lokasi rawan banjir dan longsor untuk menyambut libur akhir tahun. Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto
Riza Primadi, Komisaris PT KAI mengatakan perbaikan dengan menambah kapasitas bantalan rel yang dilakukan bertahap oleh petugas di lapangan.

“Dampak longsoran yang terjadi beberapa bulan kemarin sudah diperbaiki,” kata Riza, di sela kegiatannya meninjau operasional Stasiun Semarang Tawang, pada Senin (18/12).

Riza memastikan semua jalur perlintasan di utara Jawa Tengah sudah siap dilewati kereta saat liburan panjang Natal dan Tahun Baru. Sebab, dirinya sendiri langsung mengecek kesiapan jalur perlintasan mulai dari wilayah Daop 1 Jakarta sampai Daop 8 Surabaya.

“Peningkatan kapasitas jalur dan segala macam pembenahan sudah dilakukan dengan cermat oleh kami,” tutur Riza.

Jalur yang menghubungkan Stasiun Semarang Tawang dengan Stasiun Alastua yang sempat terendam banjir belum lama ini juga telah ditinggikan. “Peninggian jalur Tawang-Alastua sampai 30 sentimeter,” imbuh Slamet Suseno, Direktur Operasional PT KAI.

Di samping itu, ia menyatakan petugasnya telah menambah fondasi bebatuan (ballast) untuk menghalau banjir rob.

Dengan perbaikan tersebut, ia menargetkan selama liburan panjang nanti perjalan kereta bisa bersih dari insiden kecelakaan. “Kami ingin zero accident, sehingga dimana pun kondisinya tidak ada lagi kecelakaan,” imbuhnya.

Ia menerangkan, pihaknya kini telah menyiapkan dua buah lokomotif hidrolis guna mengantisipasi banjir akibat curah hujan tinggi.

“Kita gunakan kereta hidrolis dan KRD untuk antisipasi banjir. Saat ini sudah disiapkan dua lokomotif hodrolis di Alastua, jika dibutuhkan bisa digunakan setiap waktu,” kata Slamet. (far)