Home > METRO BERITA > ‘Kalau Duitnya Banyak, Ya Mbok Jangan Ganggu Program Pemkot’

‘Kalau Duitnya Banyak, Ya Mbok Jangan Ganggu Program Pemkot’

METROSEMARANG.COM – Pedagang grosir ikan basah di Pasar Rejomulyo lama (Pasar Kobong) masih belum mau pindah ke bangunan baru. Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang pun meminta agar pedagang jangan mengganggu program pemkot.

Lokasi baru Pasar Rejomulyo yang dianggap belum sesuai keinginan pedagang. Foto: metrosemarang.com/dok

Para pedagang sebelumnya tetap menolak pindah ke bangunan pasar baru. Alasannya fasilitas dan sarpras belum seluruhnya dibenahi pemkot. Mereka kemudian menyatakan siap membangun lapak sendiri di pasar lama yang selama ini ditempati.

Terkait pernyataan itu, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menyatakan luar biasa kalau pedagang mau membangun sendiri. Artinya uang mereka sangat banyak. Tapi kalau uangnya banyak, seharusnya mereka tidak mengganggu program pemkot.

”Kalau duitnya banyak ya mbok jangan ganggu program pemkot. Sudah kalau gitu (mau bangun sendiri), bangunannya pemkot akan buat pedagang lain yang masih membutuhkan tempat,” katanya, Kamis (12/1).

Menurut wali kota yang akrab disapa Hendi, kalau sampai ada kalimat pedagang mau membangun sendiri, pihaknya mempersilakan. Lahan di wilayah Kota Semarang masih banyak. Jika pedagang mau sewa lahan pemkot juga akan disiapkan.

”Tapi mohon maaf, kita sudah bangunkan tempat itu (bangunan Pasar Rejomulyo). Kalau tidak mau ya nanti itu buat pedagang lain, gitu aja kok repot, kata Gus Dur gitu,” katanya.

Dia juga memastikan pembongkaran bangunan Pasar Rejomulyo lama akan segera dilakukan. Sebab lahannya akan digunakan untuk membuat Ruang Terbuka Hijau.

Kepala Dinas Pasar Kota Semarang Fajar Purwoto menambahkan, pembongkaran tersebut akan dilakukan pada bulan Februari. Sebelum itu akan dilakukan sosialisasi kepada pedagang bumbon, sembako, dan ikan asin yang akan pindah dulu ke bangunan baru. (duh)