Home > METRO BERITA > Kampung Wisata Mangrove Trimulyo Terkendala RTRW

Kampung Wisata Mangrove Trimulyo Terkendala RTRW

METROSEMARANG.COM – Rencana pembangunan kawasan wisata mangrove di Trimulyo Kecamatan Genuk terkendala Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). Dalam produk kebijakan pemerintahan daerah itu muncul dua mata pengerjaan untuk di pesisir pantai Trimulyo.

Ilustrasi

”Ada sedikit masalah untuk rencana pembebasan lahan terkait kawasan wisata mangrove di Trimulyo. Dalam amanah RTRW muncul dua mata pengerjaan,” kata Kabid Industri Pariwisata, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang, Samsul Bahri Siregar, Selasa (31/1).

Dua mata pengerjaan yang ada dalam RTRW tersebut, yaitu pertama berbunyi penyusunan Kampung Wisata Trimulyo, dan yang kedua mencantumkan adanya permukiman. Masalah ini harus diselesaikan lebih dahulu sebelum dilakukan pembebasan lahan.

”Ini harus satu suara dulu, baru kami tindaklanjuti (dengan pembebasan lahan). Minggu depan kami akan menghadap Wali Kota Semarang untuk meminta petunjuk mengenai adanya dua amanah RTRW tersebut,” katanya.

Sedangkan untuk rencana pembebasan lahan, setelah masalah ini beres akan ditindaklanjuti dengan penyusunan Detail Engineering Design (DED) dan studi Larap. Ditargetkan pembebasan lahan, DED, dan Larap ini akan selesai pada tahun ini. Sehingga tahun 2018 proses pengerjaan fisik kampung wisata mangrove sudah bisa dilakukan.

Seperti diketahui, Pemerintah Kota Semarang telah menyiapkan lahan sekitar 10 hektare di pesisir Pantai Trimulyo Genuk untuk dibangun menjadi kawasan wisata mangrove. Anggaran sebesar Rp 13 miliar juga telah disiapkan untuk pembebasan lahannya. (duh)