Home > METRO BERITA > METRO GAYA > Komunitas > Karang Taruna Kamudhanaga Ubah Sampah jadi Aneka Kerajinan

Karang Taruna Kamudhanaga Ubah Sampah jadi Aneka Kerajinan

METROSEMARANG.COM – Karang Taruna Kamudhanaga, Banyumanik mampu mengubah sampah seperti daun-daun yang sudah kering maupun setengah kering menjadi benda yang dapat dijual dan memiliki nilai harga dan kreatif yang tinggi. Melalui salah satu anggotanya, Hasanah Ratri yang merupakan lulusan Pendidikan Biologi Universitas Negeri Semarang (Unnes), memiliki ide membuat kerajinan tulang daun dari pelatihan yang ia ikuti dan juga pengalaman praktikum selama kuliah.

Karang Taruna Kamudhanaga Banyumanaik mengubah sampah menjadi kerajinan yang memiliki nilai jual. Foto: metrosemarang.com/ade lukmono
Karang Taruna Kamudhanaga Banyumanaik mengubah sampah menjadi kerajinan yang memiliki nilai jual. Foto: metrosemarang.com/ade lukmono

Bermodal minim hanya Rp 200.000 hingga Rp 300.000, mereka terus mencoba untuk dapat balik modal dan mendapatkan keuntungan. Ketua Karang Taruna Kamudhanaga, Wahyu Wicaksana proses pembuatan kerajinan tulang daun ini meliputi lima tahap.

“Pertama, pemilihan daun tua maupun yang sudah kering. Setelah itu daun yang sudah dipilah kemudian direbus dengan menggunakan air dan beberapa formula hingga lunak namun tulang daun masih tersisa dan tidak rusak. Selanjutnya adalah tahapan untuk membersihkan tulang daun dengan cara disikat yang kemudian dilakukan pembersihan daging daun,” paparnya, Senin (10/10).

Dilanjutkan dengan proses pewarnaan, kemudian penjemuran sampai kering sehingga dapat diolah menjadi suatu kerajinan. Untuk branding kerajinan tulang daun tersebut, para remaja Karangtaruna Kamudhanaga memberikan nama ‘Lonleaf’.

Produk-produk dari Lonleaf sendiri adalah gantungan kunci, pembatas buku, buket bunga, kaligrafi dan lukisan siluet. Ratri menjelaskan untuk lama proses pembuatan masing-masing produk tergantung tingkat kesulitannya.

“Untuk gantungan kunci, dalam sehari kami bisa memproduksi 100 biji. Untuk bunga box sehari bisa menghasilkan lima, kaligrafi mungkin hanya dua. Kalau buket bunga yang besar, satu buketnya bisa sampe tiga hari karena bunga nya tuh banyak dan ngerangkainya juga lumayan susah,” tambahnya.

Melalui kerajinan tersebut, para remaja Kamudhanaga berharap dapat memiliki pendapatan tambahan dari kas remaja, menciptakan pemuda yang produktif dan dapat bermanfaat bagi orang lain.

Ratri yang juga mengemban amanah sebagai Ketua Produksi Lonleaf menambahkan, melalui kerajinan tersebut, ia berharap dapat menciptakan mind set kewirausahaan pemuda. Dengan demikian kawan-kawan Kamudhanaga dan sekitarnya diajarkan untuk mandiri dan bisa menjadi seorang pemilik dari suatu usaha.

Berkat Lonleaf Kamudhanaga telah berhasil menjadi juara harapan ketiga Kompetisi Pemuda Kota Semarang pada 1-2 Oktober lalu. Bagi para remaja Kamudhanaga, pencapaian tersebut adalah suatu kebanggaan. (ade)