Home > METRO BERITA > Karena Jadi Tahanan, Ambon Terpaksa Ijab Qabul di Mapolsek

Karena Jadi Tahanan, Ambon Terpaksa Ijab Qabul di Mapolsek

image
Suasana Pernikahan Ambon di Mapolsek Semarang Utara (foto: Metro Semarang/Ilyas Aditya)

SEMARANG – Salah seorang tahanan, Moch Isrofi alias Ambon (25), tersangka kasus pengeroyokan, melangsungkan pernikahannya di mushola Mapolsek Semarang Utara, pada Rabu (22/10). Isak tangis tak dapat dibendungnya ketika mengucap ijab qabul kepada istrinya, Surohmah.

Didampingi enam anggota keluarga dari kedua mempelai yang datang, beserta penghulu dan dua anggota polisi, upacara sakral itu pun digelar sederhana.Tak lupa mas kawin uang sebesar Rp. 100 ribu, diberikan sebagai syarat wajib ijab qabul.

Keluarga mempelai wanita, melalui pamannya, Hadirin (54), mengaku lega akhirnya pernikahan bisa berlangsung, mengingat sudah lama direncanakannya. “Sebelum ditangkap sudah direncanakan, sejak sebulan lalu. Sudah bagi undangan juga,” tutur Hadirin usai ijab berlangsung, Rabu (22/10).

Sementara itu Kepala KUA Semarang Utara, Darun Khasnah yang bertindak selaku penghulu mengatakan pernikahan di Mapolsek atau Lapas bukan pertama kali dilakukan. “Pernikahan seperti ini termasuk khusus, tapi bukan yang pertama,” ujarnya.

Di sisi lain, Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Djihartono, menanggapi pernikahan tersebut, pihaknya tetap memberikan hak-hak para tahanan, kendati ada beberapa batasan yang ada.”Kami memfasilitasi hak-hak mereka. Tetap ada yang tidak boleh (misal perayaan). Karena statusnya masih tahanan penyidik,” kata Djihartono.

Seperti yang diketahui, Ambon ditangkap karena aksi pengeroyokan yang terjadi Minggu (12/10) lalu di Jalan Imam Bonjol Semarang. Ia bersama rekannya, Asaf Radika, tega mengroyok Dwi Rahmanto (15), hingga menyebabkan tangan kanannya putus. Selain Ambon dan Asaf, satu pelaku lain sampai saat ini juga masih buron. (Yas)