Home > METRO BERITA > Karena Rob, Trifena ‘Nekat’ Jadi Wakil Rakyat

Karena Rob, Trifena ‘Nekat’ Jadi Wakil Rakyat

Jalan Cilosari Barat di Kelurahan Kemijen, Semarang Utara ini menjadi salah satu kawasan langganan rob. Foto Metro
Jalan Cilosari Barat di Kelurahan Kemijen, Semarang Utara ini menjadi salah satu kawasan langganan rob. Foto Metro

TRIFENA Weyatin Soehendro, sosok ini mungkin masih belum familier di telinga masyarakat Kota Semarang. Tapi, lima tahun ke depan, Trifena bakal menjadi ‘humas’ bagi warga kota ini untuk menyampaikan aspirasi, setelah dia resmi bertugas sebagai anggota DPRD Kota Semarang perioda 2014-2019.

Perempuan keturunan Tionghoa ini merasa tergelitik dengan persoalan banjir dan rob yang sampai saat ini belum mampu dituntaskan pemerintah. “Terus terang saya prihatin dengan kondisi penanganan rob dan banjir, terutama di daerah pemilihan saya,” kata Trifena.

Trifena sendiri maju dari Dapil Kota Semarang 2, yang meliputi Kecamatan Semarang Tengah, Semarang Timur dan Semarang Utara. Alasan itulah yang membuatnya memutuskan maju sebagai wakil rakyat. Meski dia juga menyadari bahwa tantangan untuk mengemban amanah rakyat bukanlah pekerjaan mudah.

Beratnya ‘medan’ yang harus ditempuh Trifena untuk menuju kursi DPRD sudah dirasakan sejak awal proses pemilihan. Di Dapil Kota Semarang 2, Trifena harus bertarung dengan 94 caleg lainnya, termasuk Wakil Ketua DPRD Kota Supriyadi dan Sekretaris Komisi D Fajar Adi Pamungkas. Namun, caleg PDI Perjuangan nomor urut sembilan itu akhirnya berhasil mendapat kepercayaan untuk menyuarakan aspirasi masyarakat di gedung dewan.

“Ya, mungkin saja ada yang meremehkan. Dikira baru lulus kuliah, gampang dibohongi kalau jadi dewan. Positifnya, bisa jadi pilihan anak muda,” tutur perempuan kelahiran 15 April 1973 ini.

Ibu satu anak itu berharap bisa mewakili kaum perempuan dan masyarakat Tionghoa di lembaga legislatif. “Ke depan, semoga makin banyak warga keturunan Tionghoa yang terjun ke dunia politik,” tandasnya. (*)