Home > METRO BERITA > METRO BISNIS > Kebijakan Registrasi Ulang Menyulitkan Penjualan Kartu Perdana

Kebijakan Registrasi Ulang Menyulitkan Penjualan Kartu Perdana

METROSEMARANG.COM – Kebijakan Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemenkominfo) RI untuk melakukan registrasi ulang kartu SIM prabayar diakui menjadi kendala bagi pertumbuhan bisnis penjualan kartu perdana.

Regional Head North Central Java Smartfren, Arinto Utama. Foto: metrosemarang.com/dok

Menurut Regional Head North Central Java PT Smartfren Telecom, Arinto Utama, kebijakan tersebut menyulitkan pelanggan mengaktifkan kartu perdana di konter tanpa membawa kartu KTP dan KK.

“Rasanya tidak mungkin seseorang akan membawa KK kemana-mana, terutama ketika membeli kartu perdana. Apalagi alamatnya jauh dari lokasi dia membeli kartu perdana,” katanya, Selasa (14/11).

Walaupun menyulitkan, kebijakan tersebut harus tetap dijalankan agar data pelanggan menjadi lebih tertib karena sudah dilakukan terlebih dahulu di negara-negara maju.

Arinto mengatakan, pelanggan Smartfren di Jawa Tengah pada 2016 mencapai 11,1 juta pelanggan dengan dan saat ini sudah beralih ke layanan jaringan LTE mulai 13 November 2017 lalu lantaran layanan CDMA sudah tidak tersedia. (ade)

Tinggalkan Balasan