Home > METRO BERITA > Fokus Metro Semarang > Kecelakaan di Papandayan, Operator BRT Koridor 2 bakal Diganti

Kecelakaan di Papandayan, Operator BRT Koridor 2 bakal Diganti

METROSEMARANG.COM – Pemerintah Kota Semarang bakal mengevaluasi secara menyeluruh terhadap operator Bus Rapid Trans (BRT) koridor II pasca kecelakaan yang menimpa salah satu armada bus tersebut, pada Minggu (17/7) kemarin.

Proses evakuasi BRT naas di Papandayan, Minggu (17/7). Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto
Proses evakuasi BRT naas di Papandayan, Minggu (17/7). Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto

Kepala Badan Layanan Usaha (BLU) UPTD Terminal Mangkang, Joko Umboro Jati, mengatakan, BRT koridor II kini masih dikelola PT Surya Setia Kusuma dan tiap hari menjalankan 24 bus.

“Tapi, jika nantinya ditemukan kesalahan teknis dalam pengelolaan koridor II maka kerjasamanya lebih baik dihentikan alias diputus kontraknya,” tegas Joko saat bertatap muka dengan awak media di Gedung Juang 45 Jalan Pemuda, Kamis (21/7).

Kendati demikian, ia enggan merinci lebih mendalam ihwal apa saja hasil investigasi yang dilakukan tim teknis Dishubkomimfo, dengan Satlantas Polrestabes Semarang.

“Sebab, hari ini kami baru ketemu Satlantas dan juga mengundang Dishub untuk memperoleh gambaran teknis di lapangan,” paparnya lagi.

Hal itu, kata Joko, termasuk penyelidikan olah TKP dan keterangan saksi-saksi, lalu dilakukan pembenahan dan pemberian sanksi ringan maupun mengevaluasi operatornya. “Yang pasti, BRT koridor II harus berbenah,” sambungnya.

Seperti diketahui, kecelakaan maut BRT jurusan Mangkang-Pemuda-Ungaran di simpang tiga Kagok Papandayan itu nyaris merenggut korban jiwa dalam jumlah banyak. Betapa tidak, bus sarat penumpang itu melaju kencang dari Akpol hingga menyeruduk pangkalan ojek setempat.

Beruntung, 24 penumpang di dalam bus itu selamat meski kondisi bus terguling di lokasi kejadian. Sopir bus menderita patah kaki dan puluhan penumpang perempuan mengalami luka ringan pada bagian wajah. (far)