Home > METRO BERITA > METRO KAMPUS > Kedubes AS Gelar Nonton Bareng “Brave Miss World” di UIN Walisongo

Kedubes AS Gelar Nonton Bareng “Brave Miss World” di UIN Walisongo

METROSEMARANG.COM – Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta dan American Corner Universitas Islam Negeri Walisongo, Semarang menggelar nonton bareng film dokumenter Brave Miss World dan diskusi bersama pakar media dan aktivis tentang peran kuat media dalam mengakhiri kekerasan terhadap perempuan, Selasa (21/3) di hall American Corner UIN Walisongo Semarang.

Karen Schinerer
Foto: metrosemarang.com/yulikha elvitri

Acara ini diselenggarakan untuk memperingati Hari Perempuan Internasional yang jatuh pada 8 Maret lalu. Sebelumnya acara serupa juga telah digelar di Jakarta dan Yogyakarta. Acara nobar dan diskusi jurnalistik ini digagas oleh #IAMBRAVE Indonesia, yang terdiri atas empat alumni International Visitors Leadership Program (IVLP), sebuah program pertukaran yang disponsori oleh Kedutaan Besar Amerika Serikat. Program #IAMBRAVE Indonesia adalah salah satu pemenang U.S. Embassy Jakarta Small Grants Competition, tahun lalu dibuka bagi alumni program pertukaran Kedubes AS.

Karen Schinerer, Curtural Attache, Kedubes Amerika menuturkan salah satu tujuan dari acara ini adalah untuk meningkatkan hubungan baik antara pemerintah Indonesia dan Amerika. Selain itu juga dalam rangka peringatan Hari Perempuan Internasional.

“Ini bentuk dukungan kami atas relationship Amerika dan Indonesia, kami juga punya banyak program lain bagi mahasiswa s1, S2, bahkan S3,” ujarnya dengan bahasa Indonesia yang cukup baik.

Dua di antara alumnus IVLP adalah Monique Rijkers dan Fitriah “Riri” Artakusuma yang juga menjadi pembicara dalam diskusi. Mereka akan berbicara tentang peran penting media dalam melawan kekerasan terhadap perempuan, dan bagaimana media dapat meningkatkan kesadaran publik akan isu ini.

Sementara film Brave Miss World sendiri merupakan film dokumenter yang menang dalam ajang Small Grants tahun ini. Brave Miss World berkisah tentang perjuangan penyintas kekerasan seksual Linor Abargil. Hanya tujuh minggu sebelum Linor mewakili Israel untuk berkompetisi dan memenangi Miss World 1998, Linor diculik, ditusuk, dan diperkosa. Setelah dinobatkan sebagai Miss World 1998, Linor memutuskan untuk membuka suara tentang kekerasan seksual yang dialaminya.

Ia juga memberi bantuan dan dukungan kepada orang-orang di seluruh dunia yang mengalami nasib serupa dengannya. Kini, Linor menjadi aktivis perempuan dan membuat gerakan #IAMBRAVE. Ia menjadi inspirasi bagi banyak penyintas pemerkosaan di seluruh dunia.

Karen berharap dengan nonton bareng dan diskusi dapat meningkatkan kesadaran akan sexuality violence. Di samping terus bertambah baiknya hubungan Amerika dan Indonesia. (vit)